Maraknya aksi vandalisme yang mengotori sejumlah sudut jalan protokol di Kota Pontianak menjadi sorotan serius para pelaku industri pariwisata. Coretan-coretan liar tersebut dinilai telah mencoreng wajah ibu kota Kalimantan Barat, dan bertentangan keras dengan nilai-nilai Sapta Pesona.
Keresahan itu disampaikan langsung Ketua Asosiasi Pemandu Geoswisata Indonesia (PGWI) Kapuas di Kalimantan Barat, Herfin Yulianto usai beberapa hari melakukan investigasi lapangan.
"Vandalisme yang marak di Pontianak sangat bertentangan dengan nilai-nilai Sapta Pesona dari Pariwisata Indonesia. Kota Pontianak jadi tidak bersih dan tidak indah, serta meninggalkan kenangan yang buruk akan kota ini," tegas Herfin, Senin (19/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keindahan kota, Herfin melakukan pemotretan langsung ke berbagai titik yang menjadi sasaran aksi vandalisme. Hasilnya, ia menemukan sedikitnya 15 titik coretan liar yang tersebar di sembilan lokasi utama di tepi jalan Kota Pontianak.
Sebagai pemandu geowisata yang kerap membawa tamu mancanegara maupun domestik, Herfin mengaku seringkali merasa tersudut saat para wisatawan mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, tampilan tepi jalan sangat mengganggu kenyamanan visual para tamu.
"Malu saya ketika ditanya banyak tamu wisata saya. Mereka selalu tanyakan: 'Pak Herfin, vandalisme ada juga ya di sini? Penanganannya gimana di sini?'," ujar tokoh yang juga inisiator penggerak kawasan Pecinan Pontianak itu.
Berdasarkan data yang dihimpun Herfin, dari sembilan lokasi yang terpapar vandalisme, beberapa di antaranya merupakan jalur utama yang menjadi 'etalase' Kota Pontianak, yakni:
- Samping traffic light di Jalan Gajahmada (samping toko tong air).
- Jalan Tanjungpura (dekat Pos Polisi).
- Bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Pasar Tengah.
- Area depan Gereja Katedral.
- Relief Perjuangan Kalimantan Barat di Lapangan PSP.
- Lampu merah depan Mie Tiaw Polo.
Lokasi-lokasi tersebut merupakan akses utama yang dilintasi pendatang dan wisatawan setiap harinya. Sebagai sosok yang aktif di Pontianak Sport City (PSC), Herfin berharap pemerintah kota segera mengambil langkah tegas terkait pembersihan dan pengawasan agar wajah Pontianak kembali bersih, indah, dan berwibawa di mata dunia.
(sun/des)
