Imlek dan Ramadan Waktunya Berdekatan, Singkawang Didekorasi Seperti Apa?

Imlek dan Ramadan Waktunya Berdekatan, Singkawang Didekorasi Seperti Apa?

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 08 Jan 2026 15:01 WIB
Ilustrasi Imlek 2574 Kongzili
Ilustrasi Imlek/Foto: Getty Images/iStockphoto/manjik
Singkawang -

Pemkot Singkawang menyiapkan dukungan lintas sektor untuk perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadhan Fair 2026 yang waktunya berdekatan. Tahun ini, Pemkot Singkawang ingin konsep hias bisa saling melengkapi.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan fokus pemerintah bukan hanya pada perayaan, tetapi pada penataan kota agar merepresentasikan keberagaman dan kohesi sosial warga.

"Karena waktunya hampir bersamaan, kita ingin konsep hias kota yang bisa saling melengkapi. Pemerintah menunggu pemaparan desain dari panitia," kata Tjhai Chui Mie, Rabu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Pemkot Singkawang pada prinsipnya mendukung penuh seluruh rangkaian Perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, termasuk Ramadhan Fair yang mengawali bulan suci Ramadan.

"Dukungan tersebut mencakup fasilitasi koordinasi, promosi, hingga penggalangan sumber daya," terangnya.

Salah satu bentuk dukungan konkret adalah membantu panitia menyampaikan proposal ke Kementerian Pariwisata guna memperkuat promosi Festival Imlek dan Cap Go Meh sebagai agenda unggulan pariwisata Singkawang. Adapun teknis pelaksanaan kegiatan tetap menjadi kewenangan panitia.

"Pemerintah tidak mengambil alih teknis acara, tetapi siap membantu jika diperlukan, termasuk dalam hal koordinasi dan dukungan pendanaan," ujarnya.

Perayaan Imlek akan digelar pada 17 Februari 2026, kemudian puncak Cap Go Meh akan dihelat 15 hari setelah Imlek. Sementara itu, 1 Ramadan akan jatuh pada 18 Februari 2026. Di Singkawang, perayaan itu dikemas menjadi Festival Imlek dan Cap Go Meh serta Ramadhan Fair.

Pemkot Singkawang ingin dua perayaan itu tetap terlaksana dengan meriah tanpa saling meniadakan identitas. Tjhai Chui Mie berharap kolaborasi antar-panitia dapat menghasilkan penataan kota yang unik dan inklusif, sekaligus memperkuat citra Singkawang sebagai kota toleransi.

"Dari sisi pemerintah, kami mendorong agar persiapan segera dimatangkan. Harapannya, wajah kota saat itu bisa mencerminkan semangat persaudaraan di tengah perbedaan," katanya.

Hingga kini, Pemkot Singkawang masih menunggu konsep dekorasi dari masing-masing panitia. Desain tersebut akan menjadi dasar penyesuaian tata kota agar dua perayaan keagamaan dapat hadir berdampingan tanpa saling meniadakan identitas.

"Desain dekorasi dari panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh serta Ramadhan Fair dijadwalkan dipresentasikan dalam waktu dekat," katanya.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads