'Borok' Presiden FIFA Gianni Infantino Menurut Luis Figo

'Borok' Presiden FIFA Gianni Infantino Menurut Luis Figo

Mohammad Resha Pratama - detikKalimantan
Kamis, 06 Agu 2026 13:20 WIB
MEXICO CITY, MEXICO - MAY 12:  FIFA President Gianni Infantino welcomes Luis Figo of the FIFA Legens at the Opening Ceremony for the 66th FIFA Congress at National Auditorium Mexico on May 12, 2016 in Mexico City.  (Photo by Alexander Hassenstein - FIFA/FIFA via Getty Images)
Gianni Infantino dan Luis Figo/Foto: FIFA via Getty Images/Alexander Hassenstein - FIFA/
Balikpapan -

Presiden FIFA Gianni Infantino sedang menjadi sorotan. Bahkan, Legenda Timnas Portugal Luis Figo mendesaknya untuk mundur.

Dikutip detikSport, Infantino disorot karena ingin menggarap proyek FIFA Forward Enterprise yang akan mengelola aspek komersial turnamen-turnamen FIFA. Rencana itu ditolak mentah-mentah oleh banyak anggota FIFA.

Walau pada akhirnya dibatalkan, Infantino sudah kehilangan banyak pendukung. Alih-alih bertanggung jawab atas segala masalah yang ada, Infantino malah menggelar rapat darurat FIFA di Casablanca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga rapat itu disinyalir jadi cara Infantino untuk menggalang dukungan menuju Kongres FIFA 2027 agar terpilih kembali sebagai presiden. Bahkan Infantino berani menjanjikan Maroko akan jadi tuan rumah final Piala Dunia 2030.

Figo menjadi eks pesepakbola pertama yang 'menyerang' Infantino di publik. Ia meminta Infantino untuk mundur dari jabatannya.

"Saya mencintai sepakbola sepanjang hidup saya. Saya adalah pemain profesional selama 20 tahun. Dan percayalah, saya telah bertemu dengan beberapa orang licik semasa saya bermain," ujar Figo dalam surat terbuka di akun Instagramnya.

"Tetapi apa yang saya lihat dalam 10 hari terakhir adalah perilaku yang paling rendah, paling menipu, dan mementingkan diri sendiri yang pernah saya saksikan," sambung eks pemain Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu.

"Infantino telah merendahkan jabatan Presiden FIFA yang dia janjikan untuk diangkat. Dia telah berbohong, menipu, dan berupaya memperkaya dirinya sendiri dengan mengorbankan permainan yang seharusnya dia layani," imbuhnya.

"Dia telah kehilangan dukungan dari staf seniornya, penasihat terdekatnya, sebagian besar orang yang mengabdikan hidup mereka untuk olahraga ini dan bahkan, tampaknya, pemenang FIFA Peace Prize," terangnya.

"Sudah terlambat untuk menyelamatkan harga dirinya tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang," demikian Figo.

Baca selengkapnya di sini.



(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads