Pemain Naturalisasi yang Pernah dan Masih Perkuat Skuad Borneo FC

Borneo Story

Pemain Naturalisasi yang Pernah dan Masih Perkuat Skuad Borneo FC

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Selasa, 28 Jul 2026 08:00 WIB
Diego Michiels (kiri) dan Stefano Lilipaly (kanan). (Instagram @stefanolilipaly)
Foto: Diego Michiels (kiri) dan Stefano Lilipaly (kanan). (Instagram @stefanolilipaly)
Samarinda -

Borneo FC menjadi salah satu klub yang konsisten bersaing di papan atas sepak bola Indonesia. Bahkan, tak jarang warganet memuji scouting yang dilakukan oleh Pesut Etam.

Kesuksesan Borneo FC tidak lepas dari komposisi skuad yang dihuni pemain-pemain berkualitas, termasuk adanya dua pemain naturalisasi yang pernah mengenakan seragam Pesut Etam.

Kehadiran pemain naturalisasi memberikan warna tersendiri bagi perjalanan Borneo FC. Berbekal pengalaman bermain di level internasional maupun kompetisi elite Indonesia, mereka turut memperkuat berbagai lini dan membantu tim menghadapi persaingan ketat di Liga 1.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain Naturalisasi yang Pernah dan Masih Perkuat Skuad Borneo FC

Ada dua pemain naturalisasi yang pernah berseragam Borneo FC, bahkan salah satunya masih setia mengabdi di Samarinda. Keduanya datang dari latar belakang yang berbeda. Siapa saja mereka?

1. Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly.Stefano Lilipaly. Foto: borneofc.id

Stefano Jantje Lilipaly menjalani debut bersama Timnas Indonesia pada tahun 2013. Pria kelahiran Belanda ini memiliki darah keturunan Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Maluku, sementara ibunya merupakan warga negara Belanda.

Stefano Lilipaly bergabung dengan Borneo FC pada 2022 setelah sukses bersama Bali United. Lilipaly dikenal sebagai gelandang dan pemain sayap kiri dengan akurasi umpan yang baik serta kemampuan mencetak gol dari lini kedua.

Stefano Lilipaly merupakan pemain Timnas Indonesia yang telah mengoleksi 25 penampilan. Selama memperkuat skuad Garuda, ia berhasil menyumbangkan dua gol serta empat assist.

Pemain naturalisasi Bali United, Stefano Jantje LilipalyStefano Jantje Lilipaly. Foto: dok.detik.com

Sebelumnya, Lilipaly sempat membela FC Utrecht pada periode 2010-2012. Setelah itu, ia melanjutkan karier bersama Almere City (2012-2014), kemudian merumput di Jepang bersama Consadole Sapporo pada 2015.

Selanjutnya di tahun 2015 ia sempat bergabung dengan Persija Jakarta. Namun tak lama, ia kemudian pindah ke SC Telstar pada 2015-2017 sebelum bergabung dengan SC Cambuur pada 2017.

Ia kemudian gabung Bali United di tahun 2017 dalam waktu yang lumayan lama. Namun kesepakatan harga akhirnya membuat Lilipaly pindah ke Borneo FC pada tahun 2022 hingga dua tahun.

Saat bergabung dengan Borneo FC, Lilipaly berusia 32 tahun. Banyak yang menyangsikan kemampuannya, namun ia seolah memberi pembuktian. Nyatanya, ia banyak memberi kontribusi gol dan assist, performanya mumpuni untuk memperkuat skuad Pesut Etam.

Sempat pindah ke Dewa United, ia kemudian kembali ke Borneo pada tahun 2026. Kini, Lilipaly berada di bawah naungan klub liga 2, Semen Padang FC.

2. Diego Michiels

Kapten Borneo FC Diego Michiels dan Silverio.Kapten Borneo FC Diego Michiels dan Silverio. (Dok. Borneo FC)

Diego Robbie Michiels merupakan pesepak bola profesional kelahiran Belanda, yang kemudian memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia di level internasional. Ia bermain di posisi bek dan hingga kini masih setia membela klub Liga 1, Borneo Samarinda.

Diego Michiels lahir dari ayah berkewarganegaraan Indonesia dan ibu berkewarganegaraan Belanda. Pada 2011, ia bersama Joey Suk mendapat undangan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 di Jakarta.

Diego menunjukkan ketertarikan membela Indonesia meskipun harus melepaskan paspor Belandanya. Di Borneo, ia menunjukkan skill yang cukup mumpuni dan sempat dipercaya menjadi kapten.

Meski harus diakui, gaya bermain Diego cukup keras di lapangan dan dikenal kontroversial sejak tahun 2012. Mendekam di bui membuatnya kehilangan kesempatan membela Timnas Indonesia di Piala AFF.

Sedikit mengingat kembali, di dalam lapangan Diego beberapa kali mendapat kartu merah karena bermain kasar. Sementara di luar lapangan, ia juga kerap bikin ulah hingga sempat dipenjara karena kasus penganiayaan.

Walau begitu, loyalitas Diego Michiels tak perlu diragukan. Saat membela Timnas Indonesia, Diego mampu memberi assist ciamik yang memudahkan tim untuk mencetak poin. Begitu pula di Borneo FC, klub yang membersamainya sejak tahun 2015 saat masih bernama Pusamania Borneo FC (PBFC).

Diego hanya sempat setahun pindah ke Arema FC dari Borneo FC, yakni pada tahun 2021. Selain itu ia sempat tak punya klub saat berurusan dengan hukum di tahun 2012, namun tak lama kemudian disambut lagi di Borneo FC.

Jika melihat jauh sebelum itu, Diego mengawali karir di usia 19 tahun bersama Go Ahead Eagles. Tahun 2009-2011 ia masih bersama Go Ahead Eagles, hingga akhirnya tahun 2011 awal Diego gabung Pelita Jaya usai disarankan masuk liga Indonesia oleh PSSI.

Sempat berpindah-pindah gabung dengan Persija, Arema, dan Sriwijaya di tahun 2013, Diego bergabung dengan Mitra Kukar selama setahun. Ia kemudian bergabung dengan Pusamania Borneo pada tahun 2015.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads