Euforia Piala Dunia 2026 juga terasa di Kalimantan Tengah (Kalteng). Warga rela begadang hingga Subuh untuk nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia di Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Seperti pada Senin (22/6/2026) dini hari, warga mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 01.30 WIB. Mereka menyaksikan pertandingan melalui videotron yang menayangkan laga Belgia melawan Iran dan Uruguay menghadapi Tanjung Verde.
Tepat pukul 02.00 WIB, pertandingan Belgia kontra Iran dimulai dan berhasil menyedot perhatian ratusan penonton. Meski berakhir imbang tanpa gol 0-0, suasana nobar tetap berlangsung meriah hingga peluit panjang dibunyikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa beranjak dari lokasi, warga masih setia menyaksikan pertandingan Uruguay melawan Tanjung Verde yang dimulai pukul 05.00 WIB. Duel sengit tersebut berakhir dengan skor 2-2 dan membuat para penonton beberapa kali bersorak menyambut terciptanya gol.
Sorak sorai penonton terdengar setiap kali terjadi peluang berbahaya maupun gol dalam pertandingan. Kebersamaan yang tercipta membuat kawasan Bundaran Pancasila dipenuhi semangat dan kemeriahan pesta sepak bola empat tahunan itu.
Banyak warga datang bersama keluarga, teman, maupun komunitas sepak bola. Suasana kebersamaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena masyarakat dapat menikmati pertandingan secara gratis di ruang terbuka.
Salah seorang warga Pangkalan Bun, Miko, mengaku sengaja datang sejak sebelum pertandingan dimulai agar tidak kehilangan momen. Menurutnya, menonton bersama di videotron jauh lebih seru dibandingkan menyaksikan pertandingan sendirian di rumah.
"Suasana nobar di Bundaran Pancasila sangat meriah. Walaupun harus begadang sampai Subuh, kami tetap semangat karena bisa mendukung tim favorit bersama-sama. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan sampai Piala Dunia selesai," ujar Miko, Senin (22/6) pagi.
Hal senada disampaikan Agus, warga Samari, yang datang bersama teman-temannya untuk menikmati suasana nobar. Ia menilai kebersamaan yang terjalin selama acara menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
"Rasa kantuk tidak terasa karena suasananya ramai dan penuh semangat. Menang atau kalah bukan masalah, yang penting kami bisa menikmati Piala Dunia bersama masyarakat lainnya," kata Agus.
Kegiatan nobar di Bundaran Pancasila berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban hingga pertandingan usai sekitar pukul 07.00 WIB.
(bai/bai)
