Fabio Lefundes, sang juru taktik asal Brasil ini resmi mengakhiri kerja samanya dengan Borneo FC Samarinda. Kehadirannya sempat diragukan, namun ia mampu membuktikan Pesut Etam di bawah didikannya berhasil memborong sejumlah prestasi.
Meski gagal menyabet piala Liga Super 2025/2026, namun Borneo FC setidaknya punya poin yang sama persis dengan sang juara bertahan. Kalah head to head dengan Persib Bandung membuat Borneo harus menunda mimpinya.
Di awal perjalanannya, tidak sedikit yang mempertanyakan kemampuan dan peluang Lefundes untuk meraih hasil terbaik. Terlebih di tengah laga, Borneo sempat alami kekalahan beruntun usai kemenangan 11 kali beruntun.
Namun, Fabio Lefundes justru menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan menunjukkan kualitas yang dimiliki.
Profil Fabio Lefundes
Fabio Araujo Lefundes adalah pelatih sepakbola asal Brasil. Dirangkum oleh Transfermarkt, pria berusia 53 tahun ini mengantongi lisensi kepelatihan Licencia Pro Entrenador - CONMEBOL.
Ia memulai karier menjadi pelatih fisik di berbagai klub sejak tahun 1995. Lefundes kemudian jadi asisten pelatih di Timur Tengah pada tahun 2008.
Lefundes menghabiskan dua musim di Al Raed di Arab Saudi dan satu musim di Mesaimeer di Qatar. Di Al Raed, ia menjabat sebagai asisten pelatih dan pelatih kebugaran, dan juga sebagai pelatih sementara selama dua bulan di musim 2010-11.
Jeonbuk Hyundai Motors menjadi klub pertama yang dibela Lefundes dalam karier kepelatihannya di Asia. Ia bergabung pada Januari 2011 sebagai pelatih fisik.
Pada tahun berikutnya, Lefundes mendapatkan kontrak berdurasi tiga tahun dan promosi jabatan sebagai asisten pelatih, sembari tetap bertanggung jawab mengkoordinasikan program kebugaran tim. Pada paruh pertama musim 2013, ia bahkan dipercaya menjadi pelatih kepala sementara menggantikan Choi Kang-Hee yang ditunjuk menangani tim nasional Korea Selatan.
Selama tujuh tahun berkiprah bersama Jeonbuk, Lefundes ikut mengantarkan klub tersebut meraih empat gelar K-League Classic pada musim 2011, 2014, 2015, dan 2017. Ia juga menjadi bagian dari kesuksesan tim saat menjuarai Liga Champions AFC 2016. Selain itu, Jeonbuk berhasil finis sebagai runner-up K-League Classic pada musim 2012 dan 2016, serta runner-up Liga Champions AFC 2011.
Setelah meninggalkan Jeonbuk, Lefundes melanjutkan kariernya di Shandong Taishan, Tiongkok. Ia bekerja bersama klub tersebut selama dua musim.
Pada musim pertamanya, Shandong Taishan tampil cukup impresif dengan menempati peringkat ketiga Liga Super Tiongkok. Klub itu juga berhasil melaju hingga final Piala FA Tiongkok sebelum harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Beijing Guoan dalam pertandingan dua leg.
Setelah berakhirnya musim 2019, Lefundes memutuskan tidak memperpanjang kontraknya. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia saat itu turut memengaruhi arah perjalanan karier profesionalnya.
Pada tahun 2020, Lefundes menerima ajakan dari pelatih kepala Bruno Lazaroni untuk bergabung dengan Botafogo. Ia kemudian bekerja di klub yang berkompetisi di Campeonato Brasileiro Série A, kasta tertinggi sepak bola Brasil tersebut.
Musim selanjutnya, Lefundes dipanggil menjadi pelatih kepala untuk Madura United selama 2021-2023. Ia juga sempat menjadi pelatih kepala untuk Persita Tangerang, sebelum akhirnya dipanggil menjadi juru taktik Borneo FC Samarinda.
(aau/aau)