Nama Ridho Syuhada Putra (22) terus mencuri perhatian sebagai salah satu talenta sepak bola asal Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ia berhasil menembus level tertinggi sepak bola Indonesia. Pemain yang tumbuh dan berkembang di Pangkalan Bun ini, kini dikenal sebagai gelandang serbabisa yang mampu menjalankan peran bertahan maupun menyerang di kompetisi Liga 1.
Ridho lahir di Kuantan Singingi, Riau, pada 18 Juni 2004. Namun, Ridho menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Dari daerah inilah kecintaannya terhadap sepak bola tumbuh hingga mengantarkannya meniti karier profesional dan bersaing bersama pemain-pemain terbaik di Tanah Air.
Perjalanan karier Ridho menunjukkan perkembangan yang konsisten. Ia pernah memperkuat PSIS Semarang sebelum menjalani masa peminjaman ke PSMS Medan guna mendapatkan menit bermain lebih banyak. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk karakter dan kematangan permainannya di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya di level klub, Ridho juga sempat menjadi bagian dari program Garuda Select, wadah pembinaan pemain muda Indonesia yang memberi kesempatan berlatih dan bertanding di luar negeri. Dalam program tersebut, Ridho menimba pengalaman bersama sejumlah pemain muda potensial, termasuk Hoki Caraka yang kini menjadi salah satu nama yang dikenal luas di sepak bola nasional.
Pada musim terakhir, Ridho memperkuat Malut United FC. Perannya di lini tengah menjadi salah satu kekuatan tim berkat kemampuan membaca permainan, distribusi bola yang akurat, serta etos kerja tinggi yang selalu ditunjukkannya sepanjang pertandingan.
Ridho mengaku masih menunggu kepastian terkait masa depannya. Meski demikian, ia mengisyaratkan keinginannya untuk tetap melanjutkan karier bersama Malut United apabila kesempatan tersebut terbuka.
"Keinginan masih di Malut United, tapi kami masih menunggu kepastian," ujar Ridho kepada detikKalimantan, Senin (8/6/2026).
Selain menunggu kepastian terkait kelanjutan kariernya, Ridho mengaku tetap fokus menjaga kondisi dan meningkatkan kualitas permainan. Baginya, setiap kesempatan yang datang harus dijawab dengan kerja keras dan kesiapan maksimal sebagai seorang pesepak bola profesional.
"Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap latihan maupun pertandingan. Apa pun keputusan ke depan, saya ingin terus berkembang dan menunjukkan kemampuan yang saya miliki," kata Ridho.
Ridho juga menyampaikan rasa bangganya bisa membawa nama Pangkalan Bun hingga ke level tertinggi sepak bola Indonesia. Ia berharap perjalanan kariernya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Kotawaringin Barat untuk berani bermimpi dan bekerja keras mengejar cita-cita.
"Saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Semoga apa yang saya jalani sekarang bisa menjadi penyemangat bagi adik-adik di Pangkalan Bun bahwa pemain dari daerah juga punya kesempatan yang sama untuk berprestasi," tuturnya.
Di balik perjalanan kariernya yang terus menanjak, Ridho juga mendapat perhatian dari pelatih senior sepakbola asal Pangkalan Bun Yusro Arodi. Ia pernah menyaksikan perkembangan pemain tersebut sejak usia muda. Menurut Yusro, Ridho merupakan sosok pemain yang memiliki disiplin tinggi, kemauan belajar yang kuat, dan konsistensi dalam berlatih sehingga mampu berkembang hingga mencapai level Liga 1.
"Perjalanan Ridho Syuhada Putra menjadi bukti bahwa putra daerah Pangkalan Bun mampu menembus ketatnya persaingan sepak bola profesional Indonesia," ujar Yusro.
