Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung tengah bersaing sengit dalam perburuan juara Super League 2025/26. I.League pun harus menyiapkan trofi replika.
Penentuan juara berpotensi harus ditentukan sampai akhir musim. Sampai pekan ke-32 Super League, Persib dan Borneo sama-sama mengoleksi 75 poin.
"Saya pikir inilah menariknya kompetisi musim ini di BRI Super League 2025/2026. Kompetitif sekali, dari tiga, sekarang, ya, kita lihat dua, bahkan betul-betul belum bisa kita prediksi," kata Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra, dikutip dari detikSport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini membuat I.League bimbang soal dimana lokasi seremonial penyerahan trofi kepada tim juara. Apalagi hampir semua laga pekan ke-34 akan digelar bersamaan karena masuk pekan penentuan.
Kemungkinan, operator kompetisi harus menyiapkan pesta seremoni di markas Persib dan juga Borneo. Oleh karena itu, salah satu tim berpotensi akan merayakan gelar dengan trofi replika.
"Dalam jadwal pekan ke-34, ada tujuh pertandingan bersamaan di tanggal 23 (Mei) dan ada dua pertandingan lebih awal. Karena memang secara teknis hitung-hitungan memang tidak lagi menentukan baik itu di juara ataupun juga di posisi degradasi," ujarnya menambahkan.
Situasi ini pernah terjadi pada Liga 1 2018 kala Persija Jakarta dan PSM Makassar bersaing meraih gelar sampai pekan terakhir. Saat itu PT Liga Indonesia Baru (kini I.League) harus menyiapkan trofi replika.
Sebab trofi asli tidak bisa dibawa ke dua tempat secara bersamaan. Soal ini, I.League menutup rapat-rapat klub mana yang mendapatkan trofi asli dan replika untuk perayaan gelar juara
"Ini juga bukan hal yang baru, ya, saya pikir juga, kan tahun 2018 pernah terjadi, sampai terakhir, LIB waktu itu juga ada tim di Makassar, ada tim di Jakarta," tutur Asep.
"Jadi, Premier League juga sama. Jadi, saya pikir inilah memang sisi lain menariknya, sebuah kompetisi yang kompetitif," ucapnya.
(aau/aau)
