Stadion Segiri adalah markas Borneo FC, tim kesebelasan kebanggaan Kalimantan Timur (Kaltim). Stadion ini menjadi salah satu ikon olahraga kebanggaan warga Kalimantan Timur.
Terletak di jantung kota, stadion ini bukan sekadar tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola. Dari waktu ke waktu, Stadion Segiri berkembang mengikuti kebutuhan, sekaligus mempertahankan nilai historis yang melekat kuat.
Sebagai markas kebanggaan Pesut Etam, Stadion Segiri menjadi saksi saat Pusamania menghadirkan atmosfer pertandingan yang berenergi bagi sang tuan rumah. Berikut rangkumannya, disadur dari laman resmi Borneo FC, Ditjen Cipta Karya, berbagai laman pemerintah setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah Stadion Segiri
Stadion Segiri. (laman Ditjen Cipta Karya) |
Stadion Segiri berlokasi di Jl. Kesuma Bangsa, Bugis, Samarinda Kota, Samarinda, Kalimantan Timur. Stadion ini dibangun sekitar tahun 1960-1970, bersamaan dengan pembangunan Balai Kota Samarinda.
Stadion dengan luas lapangan 65 x 105 meter ini menjadi markas bagi Borneo FC Samarinda. Segiri juga menjadi saksi lahir dan berkembangnya klub Putra Samarinda FC atau Pusamania Borneo Football Club (1989-2014), yang kemudian bertransformasi menjadi Borneo FC Samarinda.
Stadion Segiri menjadi fasilitas olahraga yang cukup representatif di kota Samarinda, selain Stadion Utama Palaran dan Stadion Gelora Kadrie Oening. Stadion Segiri juga telah memenuhi standar untuk menggelar pertandingan tingkat AFC.
Dengan kapasitas sekitar 13 ribu penonton yang terbagi dalam empat tribun, stadion ini tergolong sebagai salah satu stadion terbesar di Kalimantan, tepatnya berada di urutan keempat jika dilihat dari segi daya tampung.
Kehadirannya menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga, khususnya sepak bola, bagi masyarakat Samarinda. Stadion Segiri memiliki berbagai fasilitas pendukung.
Beragam fasilitasnya yakni tribun penonton dengan pembagian area ekonomi dan VIP, papan skor digital, papan iklan LED, lintasan atletik, lapangan berumput alami, ruang ganti pemain, ruang media, hingga fasilitas pendukung lain seperti ruang konferensi pers, ruang medis, dan area VVIP.
Di kalangan suporter, stadion ini juga punya julukan yakni Theater of Hell. Sebab atmosfer di Segiri terasa begitu meriah dan penuh semangat saat pertandingan berlangsung. Pusamania kerap memadati stadion dan memberikan dukungan penuh bagi tim kebanggaan mereka.
Segiri dari Tahun ke Tahun
Berlangsungnya laga Borneo FC Vs Semen Padang di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (25/4/2026). Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan |
Secara historis, kompleks Stadion Segiri dibangun bersamaan dengan pembangunan Balai Kota Samarinda pada kisaran tahun 1960-1970. Stadion ini kemudian mengalami renovasi pada tahun 2008 sebagai persiapan penyelenggaraan PON XVII.
Pada tahun 2023, Stadion Segiri kembali masuk dalam daftar 22 stadion di Indonesia yang akan direnovasi oleh Kementerian PUPR pada awal 2024, dengan anggaran sekitar Rp80 miliar. Renovasi tersebut bertujuan untuk memperbarui serta meningkatkan kualitas fasilitas stadion agar sesuai dengan standar yang lebih modern.
Renovasi Stadion Segiri Samarinda dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur. Pekerjaan mencakup perbaikan struktur tribun barat, penggantian atap, peningkatan kualitas rumput lapangan sesuai standar FIFA, serta penambahan kursi single seat.
Sebelumnya, Stadion Segiri hanya mampu menampung sekitar 11.000 hingga 12.000 penonton. Setelah renovasi, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 13.000 hingga 14.000 penonton.
Renovasi signifikan pada Stadion Segiri telah dilaksanakan dalam kurun waktu 18 Desember 2023 hingga 14 Januari 2025. Pada 17 Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 17 stadion yang telah selesai direnovasi, termasuk Stadion Segiri di Samarinda, Kalimantan Timur.
Stadion Segiri juga telahmendapat sertifikasi dari PSSI dan FIFA, baik dari aspek infrastruktur tribun, kursi penonton, hingga kualitas lapangan. Renovasi Stadion Segiri diharapkan dapat mendukung perkembangan sepak bola di Kalimantan Timur, khususnya bagi klub-klub lokal seperti Borneo FC dan Persiba Balikpapan.


