Trump Persilakan Iran Tampil di Piala Dunia 2026, tapi...

Internasional

Trump Persilakan Iran Tampil di Piala Dunia 2026, tapi...

Matius Alfons Hutajulu - detikKalimantan
Jumat, 13 Mar 2026 12:41 WIB
U.S. President Donald Trump returns to the White House, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Washington, D.C., U.S., March 1, 2026. REUTERS/Nathan Howard
Donald Trump/Foto: REUTERS/Nathan Howard
Balikpapan -

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Karena sedang perang dengan AS, Iran disebut tidak akan tampil di Piala Dunia walau sudah lolos.

Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump tak masalah jika tim sepakbola Iran bermain di Piala Dunia. Namun, ia mengingatkan keselamatan hingga nyawa mereka.

Dikutip detikNews dari AFP, Kamis (12/3/2026), komentar Trump muncul dua hari setelah ia mengatakan kepada kepala FIFA Gianni Infantino, bahwa para pemain Iran akan diterima meskipun ada perang di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim Nasional Sepakbola Iran dipersilakan untuk ikut serta dalam Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

Seperti diketahui, perang yang dipicu serangan AS-Israel pada 28 Februari telah menimbulkan keraguan tentang partisipasi Iran di Piala Dunia. Sementara itu, Bos FIFA Infantino mengatakan awal pekan ini bahwa selama pertemuan dengan Trump di Gedung Putih, mereka telah membahas situasi terkini di Iran. Ia menegaskan Trump mempersilakan Iran berpartisipasi di ajang sepakbola dunia tersebut.

"Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," tulisnya setelah pertemuan pada Selasa (10/3).

Sebelumnya, Trump sempat memberikan komentarnya mengenai kasus para pemain sepakbola wanita Iran yang berkunjung ke Australia, menyerukan agar mereka mendapatkan suaka.

Para pemain khawatir mereka akan menghadapi pembalasan di negara asal mereka karena tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan Piala Asia. Australia kemudian setuju untuk memberikan suaka kepada kelima pemain yang memutuskan untuk tinggal.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads