Manfaat dan Olahan Daun Kesum Khas Kalimantan

Manfaat dan Olahan Daun Kesum Khas Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 31 Jul 2026 18:30 WIB
Daun kesum.
Daun Kesum/Foto: dok National Parks
Pontianak -

Daun kesum atau yang juga dikenal dengan daun laksa adalah salah satu bumbu dapur yang banyak digunakan untuk olahan khas Kalimantan Barat. Polygonum minus Huds. ini punya aroma yang wangi dengan rasa segar dan sedikit pedas.

Bukan hanya memperkaya cita rasa makanan, daun kesum juga sudah dari dulu dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tidak perlu perlakuan khusus, daun kesum bisa tumbuh liar di pekarangan rumah.

Selain di Indonesia, daun laksa juga sering dijumpai di makanan khas Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, dan Vietnam. Di Malaysia, tanaman ini dikenal sebagai kesum, sedangkan masyarakat Vietnam mengenalnya sebagai Vietnamese coriander.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ciri yang khas dari daun kesum bisa dilihat dari bentuk daunnya yang memanjang dan aromanya yang sangat kuat. Jika detikers meremasnya, daun ini akan mengeluarkan wangi khas yang berasal dari minyak atsiri. Di dalam minyak tersebut terkandung berbagai senyawa khas, contohnya aldehid, terpenoid, decanal, dodecanal, dan senyawa fenolik.

Berbagai metabolit sekunder tersebut berperan penting bagi kesehatan, seperti antioksidan dan antimikroba. Karena itu, tidak heran banyak yang memanfaatkan daun kesum bukan hanya sebagai bumbu dapur, tapi juga obat herbal.

Lantas, apa saja manfaatnya? Yuk, kita ulas.

Manfaat Daun Kesum untuk Kesehatan

1. Kaya antioksidan alami

Salah satu manfaat daun kesum yang paling banyak diteliti adalah sebagai sumber antioksidan alami. Aktivitas ini tidak lain berasal dari kandungan flavonoid, senyawa fenolik, dan minyak atsiri yang mampu menangkap radikal bebas sebelum merusak sel-sel tubuh.

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang terbentuk secara alami selama proses metabolisme maupun akibat paparan asap rokok, polusi udara, sinar ultraviolet, dan pola makan yang tidak sehat. Kalau jumlahnya berlebihan di dalam tubuh, maka akan memicu stres oksidatif atau tubuh kehilangan kemampuan untuk menetralisir radikal bebas.

Jika dibiarkan, stres oksidatif bisa menyebabkan penuaan dini serta meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes melitus, dan kanker. Daun kesum menurut berbagai penelitian, salah satunya berjudul Antioxidant Activities of Water Extracts of Some Malaysian Herbs., menemukan bahwa ekstrak daun kesum memiliki kandungan fenolik yang tinggi dan termasuk salah satu tanaman dengan aktivitas antioksidan paling kuat di antara rempah-rempah lain.

Dari serangkaian uji kapasitas antioksidan, daun kesum terbukti memiliki kapasitas yang tinggi dibanding tanaman herbal Asia Tenggara lain. Maka dari itu, daun kesum berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan alami.

2. Berpotensi membantu menurunkan kolesterol

Daun kesum juga bisa membantu menurunkan kolestrol dengan mengendalikan kadar lemak darah. Potensi ini juga masih berasal dari kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, quercetin, serta berbagai minyak atsiri yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Senyawa-senyawa tersebut diketahui dapat menghambat proses oksidasi kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat yang merupakan salah satu faktor utama pembentukan plak pada pembuluh darah.

Sejumlah penelitian praklinis mendukung potensi tersebut. Dalam penelitian Antioxidative and anti-inflammatory activities of Polygonum minus: a review of literature, dijelaskan daun kesum berpotensi memberikan efek kardioprotektif, termasuk membantu memperbaiki metabolisme lipid dan melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat stres oksidatif.

3. Melancarkan sistem pencernaan

Nah, biasanya masyarakat lokal memanfaatkan daun kesum sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan. Air rebusannya dipercaya bisa meredakan perut kembung, mengurangi rasa mual, meningkatkan nafsu makan, sampai mengatasi gangguan maag.

Aroma khas dan rasa pedas dalam daun kesum yang diyakini bisa membantu proses pencernaan makanan berjalan lebih optimal, serta membantu membuang gas berlebih di perut. Dengan berkurangnya gas berlebih, masalah perut begah, sering bersendawa, atau rasa tidak nyaman di perut bisa ikut mereda.

4. Memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur

Selain antioksidan, daun kesum memiliki aktivitas antimikroba yang cukup kuat. Tanaman yang satu ini terbukti memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, antivirus, antioksidan, dan antikanker.

Potensi antijamur daun kesum dibuktikan dalam penelitian Air Perasan Daun Kesum (Polygonum minus Huds.) Menghambat Pertumbuhan Candida albicans yang menunjukkan air perasan daun kesum mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans, yaitu jamur penyebab kandidiasis atau keputihan pada wanita.

Cara Mengonsumsi Daun Kesum

Daun kesum bisa diolah dengan berbagai cara, antara lain:

  • Digunakan sebagai bumbu masakan
  • Dimakan segar sebagai lalapan
  • Direbus dan diminum airnya
  • Ditumbuk untuk obat oles

Supaya tetap segar, daun kesum sebaiknya dicuci bersih, dikeringkan, lalu dibungkus dengan tisu dan disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Dengan cara ini daun kesum bisa bertahan hingga sekitar satu minggu.

Aneka Olahan Daun Kesum Khas Kalimantan

Daun kesum menjadi semacam rempah wajib dalam berbagai hidangan tradisional khas Kalimantan Barat. Penggunaannya cukup beragam, di antaranya:

  1. Bubur Pedas Sambas: Daun kesum biasanya diiris lalu dimasukkan ketika bubur siap disajikan. Dengan cara ini, aroma daun kesum tetap kuat dan tidak hilang akibat proses pemasakan
  2. Asam Pedas Ikan: Daun kesum di hidangan ini adalah hidangan utama selain ikan dan sambal. Daun dimasukkan utuh atau sedikit diremas supaya minyak atsirinya keluar, kemudian dimasukkan ke dalam kuah yang sudah mendidih beberapa menit sebelum matang.
  3. Pais atau Pepes Ikan: Di pepes, daun kesum biasanya diiris kasar dan dicampurkan bersama bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, dan serai sebelum dibungkus daun pisang. Ada juga yang meletakkan daun utuh di atas ikan sebelum dibungkus daun.
  4. Laksa dan Soto: Untuk soto atau laksa, daun kesum biasanya diiris tipis kemudian ditaburkan sebagai garnish sebelum disajikan.
  5. Sambal dan Lalapan: Selain diolah, daun kesum juga bisa dikonsumsi langsung. Cukup cuci bersih lalu sajikan sebagai pendamping ikan bakar atau lauk lainnya. Di sambal, daun kesum diiris dan dulek halus bersama cabai, bawang, tomat, dan terasi sesuai selera.
Halaman 2 dari 3


Simak Video "Ikut Main Barongsai Seru bersama Artis di Pontianak "
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads