Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan hayati yang melimpah, termasuk beragam varietas durian lokal yang memiliki cita rasa khas. Di antara banyak jenis durian yang tumbuh di wilayah ini, Durian Jemongko menjadi salah satu varietas unggulan yang telah lama dikenal oleh masyarakat setempat karena kualitas buahnya yang istimewa.
Varietas ini dikenal memiliki karakteristik khas, mulai dari aroma, rasa, hingga tekstur daging buahnya yang menggugah selera. Tak heran jika Durian Jemongko menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat sekaligus menarik perhatian para pencinta durian dari berbagai daerah.
Mengenal Durian Jemongko
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Durian Jemongko Kuning. Foto: Instagram Mantan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji @bang.midji |
Mantan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji pernah mensosialisasikan durian jemongko kuning pada laman media sosialnya. Durian ini diketahui banyak diminati oleh warga Pontianak. Nama Jemongko diambil dari asal daerahnya, yakni Dusun Jemongko, Desa Kuala Dua, Kembayan, Sanggau, Kalimantan Barat.
Kampung Jemongko terletak di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Sanggau. Berjarak tempuh 5-6 jam dari Pontianak. Penamaan Durian Jemongko pertama kali dipopulerkan oleh seorang jurnalis senior, Shando Safela.
War durian jemongko di Pontianak. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan |
Durian ini termasuk dalam varietas Plangkin, dengan bobot kurang lebih 0,8-1 kg satu buahnya. Durian ini punya rasa variatif. Ada yang sedikit pahit, ada yang manis, ada yang legit, dan ada yang lembek saat buah terlalu matang.
Tak hanya rasa, warna daging duriannya juga berbeda-beda, mulai dari putih, kuning muda, hingga kekuningan. Perbedaan ini diperkirakan karena durian yang tumbuh di daerah berbeda, sehingga memengaruhi rasanya.
Durian ini dikenal memiliki daging yang tebal dan bijinya kecil. Rasa dan kualitasnya membuat buah ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Kalbar. Saat sedang musim, durian Jemongko kerap jadi suguhan untuk pejabat hingga artis yang bertamu ke Kalbar.
Buah Favorit Warga Kalbar
War durian jemongko di Pontianak. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan |
Meskipun durian Jemongko berasal dari Kalbar, tapi warga setempat tak pernah bosan mencicipi durian Jemongko setiap musimnya tiba. Pada beberapa waktu lalu, bahkan lapak durian di Jalan Letkol Sugiono, Pontianak Selatan dikerumuni ratusan pembeli.
Mereka rela menunggu sejak sore dan langsung menyerbu durian yang baru tiba. Bahkan, buah-buah itu sudah ludes diperebutkan sebelum sempat diturunkan dari atas mobil bak terbuka.
Pemandangan 'war' durian sudah berlangsung sejak 2022 dan kini menjadi daya tarik tersendiri. Dalam hitungan menit, sekitar 1.200 hingga 1.800 buah durian yang baru datang bisa habis terjual.
Ifan Seventeen Cicipi Durian Jemongko di Pontianak. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan |
Selain itu, buah ini juga jadi salah satu favorit vokalis band Seventeen, Ifan. Ia yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) sekaligus Ketua Bakominfo DPP GEKRAFS, sempat mencicipi Durian Jemongko saat berkunjung ke Kota Pontianak.
Bagi pria bernama lengkap Riefian Fajarsyah itu, menikmati durian bukan sekadar menyantap buah musiman, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Pontianak.
"Oh luar biasa, sedap sekali. Dari dulu memang di Pontianak itu menikmati durian adalah bagian dari tradisi dan budaya masyarakatnya," kata Ifan berbincang dengan detikKalimantan, Jumat (10/7/2026).
Nah, itulah tadi penjelasan tentang durian Jemongko. Apakah kamu sudah pernah mencicipinya?




