Di tengah cuaca panas Indonesia, es teh manis adalah salah satu pelepas dahaga yang paling laris. Apalagi setelah Iduladha di mana berbagai olahan daging tersaji di meja makan, es teh jadi penutup yang pas.
Tetapi sebenarnya, bolehkah minum teh setelah makan daging? Benarkah kebiasaan ini dapat mengganggu kesehatan atau justru punya manfaat tertentu?
Teh merupakan salah satu minuman tanaman Camellia sinensis. Baik teh hitam, teh hijau, teh oolong, maupun teh putih mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, teh juga mengandung senyawa yang disebut tanin dan polifenol. Senyawa inilah yang dapat mengikat zat besi dalam saluran pencernaan sehingga mengurangi penyerapannya oleh tubuh.
Efek ini terutama terjadi pada zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang banyak ditemukan pada makanan nabati seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, dan biji-bijian.
Meski demikian, penyerapan zat besi dari makanan hewani seperti daging sapi, kambing, ayam, dan ikan juga tetap bisa terpengaruh jika teh diminum dalam waktu yang terlalu berdekatan dengan makan.
Karena itu, para ahli umumnya tidak menyarankan minum teh tepat saat makan atau segera setelah makan, terutama bagi orang yang memiliki risiko kekurangan zat besi atau anemia.
Penelitian: Tunggu 1 Jam Setelah Makan
Sebuah penelitian berjudul A 1-h Time Interval Between a Meal Containing Iron and Consumption of Tea Attenuates the Inhibitory Effects on Iron Absorption mencoba meneliti apakah jeda waktu minum teh dapat mengurangi efek tersebut.
Penelitian yang melibatkan 12 perempuan sehat di Inggris ini membandingkan tiga kondisi, yaitu subjek yang makan disertai minum air putih, makan disertai teh bersamaan, dan makan kemudian minum teh satu jam setelahnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan zat besi paling rendah terjadi ketika teh diminum bersamaan dengan makan. Sebaliknya, ketika teh diminum satu jam setelah makan, efek penghambatan penyerapan zat besi berkurang sekitar 50 persen dibandingkan saat teh diminum langsung bersama makanan.
Temuan ini menunjukkan bahwa memberi jeda sekitar satu jam setelah makan sebelum minum teh dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.
Jadi, jika detikers baru saja menikmati sate kambing atau semur daging saat Iduladha, sebaiknya tunda untuk minum teh minimal satu jam supaya nutrisi yang ada pada daging bisa terserap sempurna ke dalam tubuh.
Manfaat Teh
Walaupun bisa menghambat penyerapan zat besi jika diminum terlalu dekat dengan waktu makan, teh tetap memiliki sejumlah manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar. Dilansir dari Dalili Medical, beberapa manfaat teh yang telah banyak diteliti antara lain:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Teh mengandung polifenol dan antioksidan yang membantu melindungi pembuluh darah. Konsumsi teh secara rutin dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap sehat. Hal ini tentu menarik terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti saat Iduladha.
2. Mendukung Kesehatan Otak
Beberapa studi mengungkap bahwa orang yang rutin mengonsumsi teh memiliki risiko stroke yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang minum teh. Kandungan antioksidan dan senyawa aktif dalam teh diduga berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah otak.
3. Menjaga Kesehatan Mulut
Penelitian oleh Tea Trade Health Research Association menunjukkan bahwa teh hitam dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karang dan gigi berlubang.
4. Mendukung Fungsi Hati
Kandungan katekin dan antioksidan dalam teh diketahui bermanfaat untuk membantu mengurangi peradangan serta mendukung fungsi hati, termasuk pada sebagian penderita perlemakan hati.
Jadi, waktu terbaik minum teh adalah sekitar satu jam setelah makan, dan hindari minum teh saat makan. Memberi jeda waktu ini membantu mengurangi efek tanin yang bisa menghambat penyerapan zat besi, sekaligus tetap memungkinkan detikers memperoleh manfaat antioksidan dari teh.
(aau/aau)
