Langkah Emas Raih Kemenangan

Gurih Manis Amparan Tatak, Wadai Favorit Warga Banjar

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 08 Mar 2026 10:00 WIB
Amparan Tatak. Foto: Tangkapan layar buku Perkembangan Makanan Tradisional Indonesia Berbahan Tepung Beras oleh Dian Rachmawanti Affandi, dkk
Banjarmasin -

Aroma harum pisang yang berpadu dengan gurih santan dapat ditemukan dalam kue tradisional khas Kalimantan Selatan bernama amparan tatak. Wadai yang teksturnya lembut ini telah lama menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Banjar.

Perpaduan rasa manis dan gurihnya membuat amparan tatak tidak hanya disukai sebagai camilan sehari-hari, tetapi juga kerap hadir dalam berbagai acara keluarga dan perayaan. Amparan tatak selalu jadi takjil favorit orang Banjar di bulan Ramadan.

Bagi masyarakat Banjar, wadai atau kue tradisional bukan sekadar makanan, melainkan juga bagian dari identitas budaya. Amparan tatak menjadi salah satu wadai yang cukup populer karena tampilannya yang sederhana namun rasanya begitu khas.

Keunikan amparan tatak juga terletak pada bahan-bahan yang digunakan. Pisang sebagai bahan utama memberikan rasa manis alami, sementara santan menghadirkan cita rasa gurih yang kuat.

Kombinasi ini menciptakan keseimbangan rasa yang membuat siapa saja mudah jatuh hati sejak gigitan pertama. Tak heran jika hingga kini amparan tatak tetap digemari dan terus bertahan di tengah berkembangnya berbagai jenis kue modern.

Mengenal Amparan Tatak

Amparan Tatak. Foto: detikFood

Amparan tatak pisang berasal dari daerah Kalimantan Selatan. Di pulau Jawa orang mengenal kue pisang atau nagasari sebagai salah satu jenis jajan pasar yang populer. Maka di Kalimantan Timur kue serupa dikenal dengan nama Amparan Tatak Pisang.

Dikutip dari situs Desa Kapar, nama amparan tatak sendiri berasal dari bahasa Banjar yang berarti 'lapisan yang dihamparkan'. Amparan pisang artinya hamparan pisang, sementara tatak artinya potong, sebab kue pisang ini dihampar dan dipotong-potong.

Tampilannya mirip kue lapis karena dicetak dalam wadah atau loyang segi empat atau bundar. Dalam pembuatannya, kue ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan, daun pandan dan pisang tanduk. Teksturnya lembut dengan rasa manis gurih yang berasal dari santan.

Amparan Tatak. Foto: Laman MMC Kalteng

Kue sederhana ini jadi favorit di antara puluhan jenis kue basah di Kalimantan Timur dan Selatan. Kue ini terkenal dari daerah Banjarmasin dan Tabalong. Bahannya sederhana, gampang dibuat tetapi rasanya yang legit selalu bikin kangen.

Lapisan pisang yang masak bikin kue ini jadi makin legit. Untuk mendapatkan rasa yang enak, biasanya digunakan pisang kepok, pisang raja, dan pisang tanduk yang masak pohon.

Bahan pembuat kue ini juga tak jauh beda dengan kue pisang yakni tepung beras, gula pasir, santan, dan pisang masak pohon. Setelah tepung, santan dan gula dibuat adonan yang kental barulah dicetak dalam loyang. Kue ini terdiri dari dua lapis, lapisan paling atas merupakan lapisan adonan tepung dan santan kental yang rasanya gurih.

Amparan Tatak. Foto: Laman MMC Kalteng

Berbeda dengan kue pisang yang dibungkus sepotong daun pisang satu persatu, kue khas Banjarmasin ini lebih praktis. Setelah adonan ditaruh dalam cetakan barulah irisan pisang masak ditata di atasnya hingga rata. Selanjutnya ditutup lagi dengan adonan tepung dan santan lalu dikukus.

Proses memasak Amparan Tatak ini memang dilakukan dengan mengukus untuk memastikan tekstur yang kenyal dan lembut dengan aroma harum dari santan dan buah yang menambah kesegaran. Amparan Tatak ini juga disajikan dalam potongan kecil dan cocok dinikmati sebagai camilan di sore hari atau sebagai hidangan penutup.

Setelah matang dan dingin barulah kue dipotong-potong bentuk segiempat atau wajik. Sebagai variasi, kadang-kadang ditambahkan potongan nangka sehingga aromanya lebih harum legit.

Jika dilihat dari teksturnya, lapisan paling bawah memiliki tekstur yang lebih keras jika dibandingkan dengan bagian atas. Jika dicicip, rasa kue ini di bagian bawah legit gurih dengan rasa manis pisang sedangkan di bagian atasnya sangat gurih.




(aau/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork