Langkah Emas Raih Kemenangan

Sejarah, Resep dan Tips Bikin Sup Ayam yang Gurih, Enak Buat Sahur-Buka

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 01 Mar 2026 06:00 WIB
Ilustrasi sup ayam. Foto: Getty Images/pedphoto36pm
Balikpapan -

Sup ayam dikenal sebagai salah satu comfort food yang populer di seluruh dunia, selalu jadi andalan terutama saat bulan Ramadan. Hidangan ini sering dikonsumsi saat tubuh kurang fit karena dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Beragam kombinasi bahan dan bumbu yang digunakan juga membuat cita rasanya semakin lezat dan menggugah selera. Kuahnya yang hangat dan gurih terasa begitu nyaman di perut, baik saat sahur maupun berbuka puasa.

Kandungan nutrisi dari kaldu ayam yang kaya protein, ditambah dengan berbagai sayuran dan rempah, menjadikannya makanan yang menyehatkan. Setiap keluarga pun biasanya memiliki versi resep andalan yang diwariskan turun-temurun.

Sejarah Sup

Cream soup. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladislav Chusov

Di balik kesederhanaannya, sup ayam memiliki sejarah panjang dalam tradisi kuliner Nusantara. Dirangkum dari buku Buku Resep Makanan Kontinental oleh Prof Dr Ana dan DRA Atat Siti Nurani, serta buku Semua Resep Saya (terjemahan) oleh Wolfram Siebeck, diketahui kata Soup berasal dari kata 'soupe' dalam bahasa Perancis berarti bermacam-macam bahan makanan yang ditambahkan ke dalam kaldu atau cairan.

Soup adalah makanan cair yang biasa disajikan hangat, dibuat dengan menggabungkan bahan-bahan kaldu, susu, atau air, dan bahan pelengkap lainnya. Sup dikenal bergizi dan cocok untuk manajemen berat badan, karena sup dapat memberikan rasa kenyang dengan kalori yang lebih sedikit, efek kandungan air dan seratnya yang tinggi.

Dipercaya bahwa semangkuk sup pertama kali disiapkan sekitar 20.000 SM. Orang-orang zaman dahulu mungkin mulai memasak kaldu setelah menemukan pembuatan bejana lumpur atau pot tanah liat. Sejak tahun 6000 SM, sup telah menjadi bagian dari menu banyak peradaban.

Sup adalah makanan yang sangat umum di Eropa selama Abad Pertengahan. Soup terbuat dari stock baik white stock maupun brown stock ditambah dengan sayuran, daging, kacang-kacangan, pasta. Sup menjadi lebih kompleks dengan berbagai teknik memasak dan bahan yang lebih beragam pada abad ke-17 dan ke-18.

Masyarakat Eropa memperoleh kebiasaan menyantap soup dari Asia Tengah setelah Kekaisaran Ottoman runtuh di Turki pada tahun 1454, orang Turki terbiasa merebus daging di mangkuk besar dan disantap beramai-ramai dengan menghirupnya langsung dari mangkuk.

Berbeda dengan cara menyantap sup kelas menengah dan bangsawan di Eropa. Kelas menengah menyantap sup hanya dengan menghirup air kaldu, sementara bangsawan menambahkan daging atau sayuran ke dalamnya.

Hidangan sup paling nikmat disantap selagi hangat. Dalam kuliner Barat, Sup disajikan sebagai hidangan pembuka sebelum hidangan utama. Namun di Indonesia, Sup seringkali disantap bersama nasi.

Selama ratusan tahun, sup telah menjadi salah satu hidangan pokok dalam berbagai peradaban. Dahulu, sebuah ketel berisi kuah diletakkan di atas api, lalu berbagai bahan makanan yang tersedia dimasukkan secara bertahap ke dalamnya.

Seiring waktu, hidangan yang awalnya sederhana ini berkembang menjadi sajian berkelas, bahkan masuk kategori sup gourmet dengan ragam varian yang kini nyaris tak terbatas. Ragam jenis dan rasa sup sangat dipengaruhi oleh bahan utama, bumbu, rempah-rempah, serta teknik pengolahannya.

Hampir setiap negara di dunia memiliki resep sup khas masing-masing, yang terbentuk dari hasil pertanian lokal, kondisi geografis, hingga budaya kuliner masyarakat setempat.

Secara umum, sup terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni sup bening (clear soup) dan sup kental (thick soup). Sup bening kerap disebut juga bouillon atau consome, yang biasanya menggunakan kaldu atau rebusan daging sebagai bahan dasar utamanya.

Sementara itu, jenis sup kental yang paling dikenal adalah creamy soup atau sup krim. Sup ini dibuat dengan tambahan bahan pengental seperti tepung maizena atau telur, kemudian diperkaya dengan krim, susu, serta mentega untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan cita rasa yang lebih gurih.




(aau/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork