Menyimpan stok bumbu halus dengan cara yang tepat bisa menjadi solusi praktis agar masak lauk buat berbuka atau sahur bisa cepat dan tanpa ribet. Tapi bumbu halus membutuhkan penanganan khusus agar tetap segar dan tidak mudah basi.
Bumbu halus buat masak selama ramadan bisa disimpan di kulkas, kamu bisa menyimpannya sebagai stok. Namun supaya awet, ikuti 5 tips ini dikutip dari detikFood:
1. Beli Bumbu Sesuai Kebutuhan
Sebelum membeli bumbu halus, sebaiknya kamu menyesuaikannya dengan kebutuhan memasak. Artinya, kamu perlu menyiapkan rencana menu selama Ramadan agar bisa memperkirakan jumlah bumbu yang diperlukan. Dengan perencanaan ini, stok bumbu tidak berlebihan dan lebih terkontrol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar lebih praktis, kamu bisa membagi pembelian bumbu per minggu. Misalnya, dalam satu minggu kamu berencana memasak ayam goreng, soto, atau rendang, maka cukup beli bumbu yang dibutuhkan untuk menu-menu tersebut saja dan dalam jumlah secukupnya. Sementara itu, untuk bumbu dasar giling, kamu boleh membeli sedikit lebih banyak karena penggunaannya lebih beragam dan fleksibel.
2. Simpan dalam Wadah Kedap Udara
Setelah bumbu halus dibeli, pastikan kamu menyimpannya di wadah yang tertutup rapat. Wadah kedap udara akan membantu menjaga kualitas bumbu agar lebih awet, terutama jika disimpan di dalam freezer.
Dengan cara ini, bumbu halus bisa bertahan hingga sekitar tiga bulan. Jika kamu menyimpannya di kulkas bagian bawah, daya simpannya memang lebih singkat, yaitu kurang lebih satu minggu. Sebelum disimpan, pastikan bumbu sudah ditumis hingga matang menggunakan minyak agar tidak mudah basi.
3. Jangan Mengisi Wadah Terlalu Penuh
Saat menyimpan bumbu halus, hindari mengisi wadah sampai penuh. Sisakan sedikit ruang agar bumbu tetap terjaga kesegarannya selama penyimpanan.
Ruang kosong tersebut membantu sirkulasi udara di dalam wadah, sehingga bumbu tidak cepat rusak meski disimpan di kulkas atau freezer. Jika wadah terlalu penuh, bumbu bisa menempel pada tutup dan bersentuhan dengan embun atau sisa air, yang justru membuatnya lebih cepat basi.
4. Simpan di Bagian Kulkas dengan Suhu Stabil
Letak penyimpanan bumbu di dalam kulkas juga tidak kalah penting. Kamu sebaiknya menyimpan bumbu halus di bagian kulkas yang suhunya cenderung stabil, bukan di area pintu yang sering mengalami perubahan suhu.
Langkah ini bertujuan menjaga kualitas bumbu agar tidak mudah berjamur, menggumpal, atau kehilangan aroma. Idealnya, bumbu halus yang sudah dikemas dalam wadah kedap udara diletakkan di rak tengah atau rak utama kulkas.
Selain ditumis, kamu juga bisa menambahkan sedikit minyak di permukaan bumbu sebagai lapisan pelindung. Saat akan digunakan, pastikan selalu mengambilnya dengan sendok bersih agar bumbu tidak terkontaminasi jamur.
5. Bekukan Sebagian Bumbu Halus
Menyimpan bumbu halus di kulkas memang bisa memperpanjang masa simpannya, tetapi jika stok terlalu banyak dan tidak akan segera habis, sebaiknya kamu menyimpannya di freezer.
Proses pembekuan mampu menjaga kualitas bumbu hingga berbulan-bulan. Agar lebih praktis saat digunakan, kamu bisa membagi bumbu ke dalam wadah-wadah kecil, sehingga lebih mudah mencairkan sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan seluruh stok.
(aau/aau)
