Video seekor burung berparuh besar bertengger santai di sepeda motor warga di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menarik perhatian warganet. Di tengah kabut asap akibat karhutla, kemunculan burung yang diduga kangkareng hitam itu memunculkan polemik mengenai asal-usulnya.
Dalam video berdurasi 15 detik yang beredar di media sosial, burung tersebut terlihat hinggap di sepeda motor yang terparkir di tepi jalan. Menariknya, burung itu tetap tenang meski direkam dari jarak dekat oleh seseorang.
Sementara itu, pepohonan di kejauhan tampak samar tertutup kabut asap. Kondisi tersebut kontras dengan suasana di sekitar lokasi burung bertengger yang tidak terlihat dipenuhi asap mengepul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan narasi yang menyertai video, peristiwa tersebut terjadi di Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu. Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, menduga burung yang terekam dalam video itu merupakan kangkareng hitam. Satwa tersebut termasuk kelompok burung rangkong yang dilindungi undang-undang.
"Sepertinya kangkareng hitam. Kangkareng hitam termasuk spesies burung rangkong dan termasuk jenis burung yang dilindungi UU," kata Muriansyah, Kamis (22/10/2026).
Menurut Muriansyah, kangkareng hitam masih ditemukan di wilayah Kotim, meskipun penampakannya relatif jarang. Burung ini umumnya menghuni kawasan hutan yang masih terjaga, terutama wilayah dengan pepohonan besar dan tinggi. Sejumlah wilayah yang diketahui menjadi habitatnya meliputi Kecamatan Telaga Antang, Antang Kalang, Mentaya Hulu, dan Bukit Santuai.
Muriansyah juga menyoroti perilaku burung dalam video yang tampak tidak takut ketika didekati manusia. Berdasarkan pengamatannya, kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa burung itu merupakan peliharaan warga, bukan satwa liar yang baru ditemukan.
"Dugaan saya, burung tersebut merupakan peliharaan warga. Bukan burung yang baru ditemukan warga," ujarnya.
Ia menjelaskan burung yang hidup liar di alam umumnya akan berusaha menjauh atau terbang ketika didekati manusia. Namun, asal-usul burung dalam video tersebut belum dapat dipastikan dan dugaan itu masih berdasarkan pengamatan terhadap rekaman yang beredar.
BKSDA mengingatkan masyarakat agar tidak menangkap, memperjualbelikan, maupun memelihara kangkareng hitam secara ilegal. "Sebagai satwa yang dilindungi, keberadaan burung tersebut perlu dijaga agar tetap dapat hidup di habitat alaminya," pungkasnya.
