2 Bayi Orang Utan Dinas dan Mumi Masih Dirawat di BKSDA Pangkalan Bun

2 Bayi Orang Utan Dinas dan Mumi Masih Dirawat di BKSDA Pangkalan Bun

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 24 Sep 2026 12:31 WIB
Bayi Orang Utan Dinas dan Mumi Masih Dirawat di BKSDA Pangkalan Bun
Bayi orang utan Dinas dan Mumi dirawat di BKSDA Pangkalan Bun/Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Pangkalan Bun -

Dua bayi orang utan bernama Dinas dan Mumi masih dalam perawatan Balai KSDA Kalimantan Tengah melalui Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun. Keduanya ditemukan dalam kondisi terpisah dari induknya dan kini telah sehat setelah mendapatkan penanganan.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka mengatakan dua orang utan tersebut masih tergolong bayi dan membutuhkan penanganan sebelum menjalani proses rehabilitasi.

"Yang masih kita rawat di sini ada dua individu orang utan bernama Dinas yang diselamatkan di Lamandau. Usianya baru tujuh bulan," kata Handi di kantor BKSDA Kalteng SKW 2 Pangkalan Bun, Kamis (24/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Handi, Dinas ditemukan seorang diri tanpa keberadaan induknya di sekitar. Kondisi tersebut membuat bayi orang utan itu kemudian mendapatkan penanganan dan perawatan dari petugas konservasi.

Sementara individu lainnya bernama Mumi yang dievakuasi di Sampit, Kotawaringin Timur. Usianya diperkirakan sekitar satu setengah tahun. Mumi juga ditemukan dalam kondisi terpisah dari induknya dan selanjutnya mendapatkan penanganan bersama Dinas.

"Kedua bayi orang utan tersebut kini berada dalam kondisi sehat. Perawatan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik keduanya tetap stabil sebelum memasuki tahapan rehabilitasi," ujarnya.

Handi menyebut kondisi dua individu tersebut berkaitan dengan dampak karhutla yang terjadi di wilayah habitat satwa. Namun, penanganan terhadap keduanya dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing individu yang ditemukan tanpa induk.

"Yang satu kita bawa ke SM Lamandau. Di sana ada mitra kita yang akan melakukan rehabilitasi," ujarnya.

Rencana rehabilitasi tersebut belum dapat dilakukan sepenuhnya karena kondisi sungai menuju lokasi saat ini sedang surut. Kondisi itu membuat akses menuju lokasi rehabilitasi belum memungkinkan untuk dilalui.

BKSDA masih menunggu kondisi sungai kembali normal. Setelah akses memungkinkan, salah satu bayi orang utan tersebut akan diantarkan ke Suaka Margasatwa Lamandau untuk menjalani rehabilitasi bersama mitra konservasi.

"Proses rehabilitasi nantinya menjadi tahapan penting bagi kedua individu tersebut setelah mendapatkan perawatan. Penanganan dilakukan agar kondisi dan kemampuan alami orang utan dapat terus dipantau selama proses pemulihan," katanya.

Handi memastikan, kondisi Dinas dan Mumi saat ini sudah sehat. Keduanya masih mendapatkan perhatian dan perawatan sebelum memasuki tahapan penanganan berikutnya.

"Keduanya ini dampak dari karhutla dan alhamdulillah sekarang keduanya sudah sehat," kata Handi.

BKSDA terus melakukan penanganan terhadap satwa yang membutuhkan pertolongan akibat kondisi di habitatnya. Untuk Dinas dan Mumi, perhatian saat ini difokuskan pada kesehatan, perawatan, serta persiapan menuju proses rehabilitasi.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads