Seekor orang utan muncul di tengah kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer (Km) 24 menuju KTH Meniti Pajar, Kelurahan Raja Seberang, Kotawaringin Barat (Kobar). Pencarian kemudian dilakukan untuk mengamankan satwa dilindungi itu pada Senin (21/9) sore.
Namun, sebelum petugas berhasil melakukan evakuasi, orang utan tersebut turun melalui sisi yang luput dari pengawasan dan kembali masuk ke kawasan hutan. Danton TRC BPBD Kobar Dawi Al-Habsyie mengatakan, dirinya sempat mengira satwa yang terlihat tersebut merupakan beruang atau monyet biasa.
"Pertama saya kira beruang atau monyet biasa. Lalu kami mendekati pohon, rupanya orang utan," kata Dawi, Selasa (22/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, petugas karhutla melihat keberadaan satwa tersebut. Salah satu orang utan terlihat naik ke pohon, sedangkan keberadaan satwa lainnya kemudian tidak lagi diketahui.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah. Setelah aktivitas penanganan karhutla dihentikan sementara, petugas kemudian diarahkan menuju lokasi untuk mencari dan mengamankan orang utan.
"Petugas BKSDA tiba kurang dari 10 menit setelah menerima laporan. Saat petugas datang, orang utan masih terlihat berada di atas pohon dan kondisinya tampak tenang," ujarnya.
Tim kemudian berjaga di sekitar pohon untuk mengantisipasi satwa turun. Namun, salah satu sisi lokasi ternyata tidak terpantau sehingga orang utan memanfaatkan celah tersebut untuk turun dan melarikan diri ke kawasan hutan.
"Awalnya adem ayem orang utannya di atas pohon. Kalau mau turun kami jaga. Tapi ada celah sebelah kosong, langsung turun dia dan kabur lagi ke dalam hutan yang terjadi karhutla," ujar Dawi.
Petugas BKSDA bersama regu penanganan karhutla kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Namun, pencarian belum menemukan keberadaan satwa tersebut.
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun Balai KSDA Kalimantan Tengah Handi Nasoka membenarkan pencarian telah dilakukan. Hingga har ini, orang utan tersebut belum berhasil ditemukan.
"Belum mas, kemarin tim kami beserta regu pemadaman di sana melakukan pencarian orang utannya, namun tidak ketemu," kata Handi saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Handi mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan informasi dari regu pemadaman yang berada di sekitar kawasan tersebut. Pemantauan akan terus dilakukan untuk mengetahui apakah orang utan kembali terlihat di sekitar lokasi.
