Lahan Terbakar di Kobar, Induk dan Bayi Orang Utan Diselamatkan

Lahan Terbakar di Kobar, Induk dan Bayi Orang Utan Diselamatkan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 18 Sep 2026 17:14 WIB
Lahan Terbakar di Kobar, Induk dan Bayi Orang Utan Diselamatkan
Lahan terbakar di Kobar, induk dan bayi orang utan diselamatkan/Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama mitra menyelamatkan dua orang utan di kawasan lahan terbakar. Keduanya merupakan induk betina dan anak orang utan yang masih berusia sekitar 1-2 bulan.

Rescue dilakukan pada Minggu (13/9/2026) di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam karena induk orang utan yang dalam kondisi terbius tersangkut di atas pohon.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, mengatakan tim awalnya menerima laporan mengenai keberadaan seekor orang utan di kawasan lahan yang terbakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada 13 September 2026, tim menerima laporan dari Pak Eko mengenai keberadaan satu individu orang utan di kawasan lahan yang terbakar," kata Handi, Jumat (18/9/2026).

Setelah menerima laporan, tim BKSDA berkoordinasi dengan Eko dan mendapat bantuan pengamatan dari Suparto di lokasi. Tim KSDA Wilayah II bersama mitra Orangutan Foundation International (OFI) kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

"Tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB. Petugas selanjutnya melakukan tindakan rescue dengan metode pembiusan terhadap orang utan yang berada di atas pohon," ujarnya.

Saat proses penyelamatan berlangsung, petugas menemukan bahwa orang utan tersebut merupakan induk betina dan membawa anak. Induk orang utan tersebut kemudian diketahui bernama Sari, berusia sekitar 20 tahun dengan berat 38,5 kilogram.

"Sementara anak orang utan tersebut juga berjenis kelamin betina dan diperkirakan baru berusia 1-2 bulan dengan berat sekitar 1 kilogram. Kondisi keduanya saat ditemukan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Proses evakuasi tidak berlangsung cepat. Setelah terbius, induk orang utan masih tersangkut di atas pohon dalam kondisi tertidur sehingga petugas harus melakukan upaya tambahan untuk melepaskannya.

Salah seorang staf BKSDA kemudian memanjat pohon untuk membantu melepaskan induk orang utan tersebut. Setelah dievakuasi, induk dan anak orang utan selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Handi mengatakan pemeriksaan laboratorium dan pengecekan kondisi kesehatan dua orang utan akan dilakukan di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ). Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi satwa setelah ditemukan di kawasan yang terdampak kebakaran.

Dalam kegiatan rescue tersebut, BKSDA menurunkan dokter hewan Yudik Rizky dan Mujali. Sementara dari mitra OFI turut terlibat dokter hewan Rani, Rio dan Sigit.

"Selanjutnya akan dilakukan pengujian laboratorium dan pemeriksaan lebih lanjut di OCCQ," ujar Handi.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads