Orang Utan Raya dan Rayu Ditemukan Selamat dari Bara Karhutla di Sampit

Kalimantan Tengah

Orang Utan Raya dan Rayu Ditemukan Selamat dari Bara Karhutla di Sampit

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 03 Sep 2026 09:29 WIB
Sepasang induk-anak orang utan, Raya dan Rayu, ditemukan selamat dari karhutla di Sampit.
Sepasang induk-anak orang utan, Raya dan Rayu, ditemukan selamat dari karhutla di Sampit. Foto: Dok. BKSDA Kalteng
Kotawaringin Timur -

Raya dan Rayu, sepasang induk dan anak orang utan, ditemukan selamat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka berhasil dievakuasi dari kawasan Hutan Kota Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah pada Rabu (2/9).

Kabar baik datang setelah keduanya menjalani pemeriksaan awal. Kondisi Raya, orang utan betina yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, bersama Rayu yang diperkirakan baru berusia satu tahun, masih tergolong baik.

Dokter hewan Orangutan Foundation International (OFI), drh Ichlasul Khaerul, mengatakan Raya dan Rayu masih menunjukkan aktivitas serta respons yang baik setelah proses evakuasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kami melakukan evakuasi, evaluasi dan observasi, alhamdulillah kondisinya masih terlihat baik," kata Ichlasul, Kamis (3/9/2026).

Keduanya memang sempat terpapar asap karhutla. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, paparan tersebut belum menunjukkan dampak yang tergolong parah. Menurut Ichlasul, jika paparan asap sudah dalam kondisi berat, orang utan biasanya akan menunjukkan gejala seperti lemas, tidak responsif atau hanya berbaring di sarangnya.

"Aktivitas kedua orang utan menjadi salah satu indikatornya. Saat proses evakuasi dan pembiusan dilakukan, keduanya masih memberikan respons," katanya.

Tim juga tidak menemukan tanda-tanda cedera akibat kebakaran. Baik Raya maupun Rayu tidak mengalami luka bakar, luka terbuka, cedera akibat benturan maupun terkena patahan pohon.

Meski secara fisik terlihat baik, tim tetap mewaspadai kemungkinan dehidrasi akibat kondisi lingkungan yang panas dan terdampak kebakaran. Sampel darah dan rambut telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Tim juga masih menunggu untuk dapat mengambil sampel feses.

"Dari lingkar perut maupun rongga dada semuanya terlihat baik. Tidak ada tulang yang sangat kelihatan jelas," jelas Ichlasul.

Ditemukan Saat Patroli Karhutla

Raya dan Rayu ditemukan ketika anggota TNI yang tengah melakukan patroli karhutla melihat keberadaan orangutan di kawasan Hutan Kota Sampit, Rabu (2/9/2026). Lokasi penemuan berada di Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang berbatasan langsung dengan areal perkebunan sawit milik masyarakat.

Awalnya petugas hanya menduga ada satu individu orangutan. Namun setelah proses penyelamatan berlangsung hingga malam hari, tim menemukan satu individu lainnya. Keduanya ternyata merupakan induk dan anak.

Tim kemudian mengevakuasi keduanya dari kawasan yang masih berpotensi membahayakan akibat bara api dan asap. Mereka selanjutnya diberi nama Raya dan Rayu.

"Setelah proses penyelamatan, keduanya akan dibawa ke BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II di Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," katanya.

OFI bersama BKSDA juga akan menunggu hasil pemeriksaan sampel darah sebagai dasar menentukan langkah berikutnya. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan keduanya baik, Raya dan Rayu berpeluang menjalani translokasi ke lokasi yang telah ditentukan oleh BKSDA.

"Selanjutnya kami akan berkoordinasi bersama pihak BKSDA. Tentunya kami akan bawa ke BKSDA SKW II di Pangkalan Bun. Sampel darah yang kami ambil akan diperiksa di laboratorium," kata Ichlasul.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads