Karhutla Dekat Kandang Mereda, Kondisi Orang Utan Ambon Sehat

Kalimantan Timur

Karhutla Dekat Kandang Mereda, Kondisi Orang Utan Ambon Sehat

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 31 Agu 2026 22:12 WIB
Kondisi Ambon di pusat rehabilitasi yang dekat dengan karhutla (dok. COP)
Foto: Kondisi Ambon di pusat rehabilitasi yang dekat dengan karhutla (dok. COP)
Berau -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat mendekati kandang orang utan Ambon di pusat rehabilitasi Centre for Orangutan Protection (COP) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Labanan, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), mulai mereda setelah hujan turun. Kondisi kesehatan Ambon juga dipastikan baik.

Dokter Hewan COP drh Wardiman mengatakan kondisi Ambon terus dipantau secara berkala di tengah ancaman karhutla. Pemeriksaan dilakukan mulai dari sistem pernapasan, tingkat dehidrasi, urine hingga feses orang utan tersebut.

"Sekarang kita sudah berada di kandang orang utan Ambon. Di tengah kondisi karhutla ini, kita memantau secara bertahap kondisi kesehatan orang utan Ambon," ujar Wardiman kepada awak media, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wardiman mengatakan abu sisa kebakaran sebelumnya sempat ditemukan di sekitar kandang Ambon. Bahkan pada malam hari, kobaran api terpantau berada kurang dari satu kilometer dari kandang sehingga tim medis dan petugas bersiaga menghadapi kemungkinan kondisi darurat.

"Dampak dari karhutla itu sendiri, di beberapa hari yang lalu kita sudah melihat beberapa abu sisa bakaran yang sempat berada di dekat kandang Ambon. Dan pada malam-malam sebelumnya, api sempat berada sekitar kurang dari 1 kilometer dari kandang Ambon," jelasnya.

Meski sempat berada dekat dengan karhutla, hasil pemeriksaan kesehatan Ambon sejauh ini tidak menunjukkan gangguan. Hasil pemeriksaan urine terpantau normal dan pemeriksaan feses juga tidak menemukan adanya parasit.

"Dari tim medis sendiri, kita melakukan cek kesehatan Ambon secara berkala seperti mengecek urinalisis dan pemeriksaan feses. Secara urinalisis sendiri, terlihat Ambon normal dan pemeriksaan feses tidak terdapat adanya parasit," katanya.

Kondisi pernapasan Ambon juga masih terpantau normal meski sebelumnya terdapat paparan abu di sekitar kandang. Nafsu makan dan pergerakan orang utan jantan tersebut juga masih dalam kondisi baik.

"Dari nafsu makan sendiri, nafsu makan Ambon baik dan lokomosi naik turun juga baik serta berpindah kiri dan kanan juga baik. Dicek dari pernapasan, pernapasan Ambon masih normal," ungkap Wardiman.

Pemeriksaan medis turut dilakukan untuk melihat apakah Ambon mengalami dehidrasi di tengah kondisi kemarau. Dari pemeriksaan, mukosa mulut Ambon masih berwarna merah muda dengan capillary refill time (CRT) di bawah dua detik.

"Ada beberapa parameter lainnya seperti dehidrasi Ambon juga baik, tidak tergolong dehidrasi. Dilihat dari mukosa mulut masih pink dan CRT-nya di bawah dari 2 detik," tuturnya.

Manager BORA-COP Widi Nursanti mengatakan tim sebelumnya berjibaku melakukan pemadaman mulai dari radius terdekat sekitar 500 meter dari pusat rehabilitasi hingga titik-titik api di bagian luar. Hujan yang akhirnya turun membantu proses pemadaman setelah tim bekerja selama beberapa hari.

"Setelah beberapa hari dilakukan pemadaman, air hujan turun dan cukup memberikan waktu untuk tim pemadam beristirahat karena hujan yang membantu pemulihan dan juga proses pemadaman api," ujar Widi.

Meski hujan membantu meredakan kebakaran, Widi menegaskan ancaman belum sepenuhnya berakhir. Tim COP tetap bersiaga lantaran musim kering masih berlangsung dan api dapat kembali mengancam kawasan pusat rehabilitasi.

"Tetapi ancaman iklim tetap menghantui kami, yang mana kami terus bersiaga untuk memastikan kawasan kami aman. Dan dalam situasi yang seperti ini, marilah kita untuk stop membakar lahan dan menjaga kekayaan terakhir kita yaitu hutan," tegasnya.

Sementara itu Animal Keeper sekaligus Trainer Ambon, Wildan mengatakan aktivitas rehabilitasi Ambon sejauh ini juga masih berjalan kondusif. Kondisi hutan di dalam kawasan BORA Labanan dinilai masih cukup baik untuk mendukung proses rehabilitasi Ambon.

"Untuk program training orang utan Ambon terlihat cukup kondusif. Untuk kawasan hutan BORA Labanan ini terbilang masih cukup baik," kata Wildan.

Namun titik-titik api masih terpantau di luar kawasan dengan jarak sekitar 500 meter hingga 1 kilometer. Kondisi tersebut membuat kawasan hutan di sekitar pusat rehabilitasi tetap harus dijaga dari ancaman kebakaran.

"Tetapi di luar kawasan BORA Labanan ini masih terdapat titik api sekitar 500 meter sampai 1 kilometer. Hutan BORA Labanan ini cukup baik untuk Ambon. Sehingga kita harus menjaga kawasan ini dari ancaman karhutla," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads