Keunikan Orang Utan Kalimantan Dibanding Orang Utan Sumatra dan Tapanuli

Keunikan Orang Utan Kalimantan Dibanding Orang Utan Sumatra dan Tapanuli

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 26 Agu 2026 13:40 WIB
Orangutan Kalimantan (kiri) dan orangutan Sumatera
Orangutan Kalimantan (kiri) dan orangutan Sumatera. Foto: Dok. WWF
Samarinda -

Indonesia merupakan negara yang menjadi habitat bagi orangutan. Tidak hanya satu jenis, ada tiga spesies orangutan yang hidup di Indonesia, yaitu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), orangutan Sumatra (Pongo abelii), dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Ketiganya sama-sama termasuk kera besar yang hidup di hutan tropis dan memiliki ciri khas berupa rambut kemerahan di sekujur tubuhnya. Kehidupannya pun sangat bergantung pada pepohonan, walaupun ketiganya punya ciri masing-masing dalam hal pesebaran, morfologi, perilaku, ekologi, hingga sejarah evolusinya.

Mengutip Wiley Library, Orangutan Kalimantan memiliki keunikan tersendiri. Bahkan dalam satu spesies Pongo pygmaeus terdapat tiga subspesies yang secara geografis terpisah, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus wurmbii, dan Pongo pygmaeus morio.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja yang membedakan orangutan Kalimantan dengan dua spesies orangutan lain yang hidup di Indonesia?

Rambut Lebih Gelap Merah Kecokelatan

Salah satu perbedaan yang relatif mudah diamati adalah warna rambut. Orangutan Kalimantan punya rambut berwarna merah tua kecokelatan. Warnanya cenderung lebih gelap dibandingkan rambut orangutan Sumatra yang lebih terang kekuningan.

Orangutan Kalimantan juga rambut pada wajahnya tidak sepadat dan sepanjang orangutan Sumatra. Orangutan Sumatra yang terkenal memiliki rambut wajah yang lebat, terutama di bagian pipi dan dagu.

Perbedaan ini memang tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya cara untuk menentukan spesies karena variasi penampilan berbeda-beda pada masing-masing individu. Namun, warna dan kepadatan rambut serta wajah menjadi salah satu ciri yang mencolok ketika ingin membedakan orangutan Kalimantan dan Sumatra.

Bentuk Pipi Jantan Dewasa

Perbedaan lainnya yang juga mencolok bisa ditemukan pada orangutan jantan dewasa, terutama struktur pipi yang disebut flange. Flange adalah bantalan pipi berdaging yang hanya berkembang pada jantan dewasa.

Orangutan Kalimantan jantan dewasa punya flange yang terlihat lebih lebar dan menonjol ke arah samping, sehingga wajahnya akan lebih lebar. Sementara bentuk flange orangutan Sumatra lebih kecil. Dikutip dari WWF Indonesia, perbedaan bentuk wajah dan flange ini merupakan salah satu karakter morfologi yang sudah sejak lama digunakan untuk membedakan populasi orangutan Kalimantan dan Sumatra.

Satu individu orangutan morio (Pongo pygmaeus morio) berada di kawasan Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (29/4/2026). Berdasarkan data Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), kawasan konservasi seluas 1.853 hektare yang menjadi habitat bagi 111 orang utan, 75 beruang madu, dan bermacam satwa lainnya tersebut terancam oleh berbagai aktivitas alih fungsi lahan seperti tambang dan perkebunan. ANTARA FOTO/Angga PalgunaSatu individu orangutan morio (Pongo pygmaeus morio) berada di kawasan Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (29/4/2026). Berdasarkan data Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), kawasan konservasi seluas 1.853 hektare yang menjadi habitat bagi 111 orang utan, 75 beruang madu, dan bermacam satwa lainnya tersebut terancam oleh berbagai aktivitas alih fungsi lahan seperti tambang dan perkebunan. ANTARA FOTO/Angga Palguna Foto: ANTARA FOTO/Angga Palguna

Orangutan Kalimantan dan Makanan Fallback

Semua spesies orangutan pada dasarnya hobi memakan buah, tetapi tetapi pola makan mereka dapat berbeda mengikuti kondisi hutan. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Biological Anthropology menunjukkan bahwa orangutan Kalimantan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengonsumsi makanan berkualitas relatif rendah (fallback), seperti kulit kayu dan vegetasi yang lebih keras, dibandingkan orangutan Sumatra (Pongo abelii).

Perilaku ini dilakukan karena kondisi habitat. Ketika buah yang menjadi makanan utama sedang sulit ditemukan, orangutan membutuhkan sumber makanan alternatif atau fallback foods. Kemampuan memanfaatkan makanan seperti kulit kayu yang keras menjadi salah satu bentuk adaptasi orangutan Kalimantan.

Tiga Subspesies yang Berbeda

Keunikan lain yang cukup penting adalah keragaman di dalam spesies orangutan Kalimantan itu sendiri. Pongo pygmaeus terbagi menjadi tiga subspesies, yaitu orangutan Kalimantan barat laut (P. p. pygmaeus), orangutan Kalimantan tengah (P. p. wurmbii), dan orangutan Kalimantan timur laut (P. p. morio). Ketiganya memiliki wilayah persebaran yang berbeda dan menunjukkan perbedaan morfologi serta genetik.

P. p. pygmaeus menempati wilayah barat laut Borneo, termasuk Kalimantan bagian barat dan Sarawak. P. p. wurmbii bisa ditemukan di Kalimantan bagian tengah dan barat daya, sedangkan P. p. morio memiliki persebaran di bagian timur laut Borneo, termasuk wilayah Kalimantan Timur dan Sabah..

Garis Evolusi yang Berbeda

Perbedaan yang paling penting juga dilihat dari genetik. Orangutan Tapanuli baru secara resmi dideskripsikan sebagai spesies tersendiri pada 2017 berdasarkan kombinasi bukti morfologi, perilaku, dan genomik. Penelitian berjudul Morphometric, Behavioral, and Genomic Evidence for a New Orangutan Species itu menunjukkan bahwa orangutan Tapanuli memiliki garis evolusi tersendiri yang berbeda dari orangutan Kalimantan maupun orangutan Sumatra.

Orangutan Tapanuli juga hanya ditemukan di kawasan Batang Toru, Sumatra Utara. Sementara orangutan Sumatra memiliki persebaran di bagian utara Pulau Sumatra dan orangutan Kalimantan hidup di Pulau Borneo. Karena itu, ketiganya sekarang diklasifikasikan sebagai tiga spesies berbeda: Pongo pygmaeus, Pongo abelii, dan Pongo tapanuliensis.

Lebih Suka Hidup di Tanah

Orangutan KalimantanOrangutan Kalimantan Foto: Orangutan si Bujang di Samboja Lestari (Afif/detikTravel)

Orangutan sebenarnya adalah primata arboreal atau hidup di atas pohon, tetapi tingkat ketergantungannya berbeda antar spesies dan populasi. Orangutan Tapanuli dikenal sangat arboreal. Para peneliti hampir tidak menemukan individu Tapanuli turun ke tanah selama ribuan jam pengamatan. Kondisi ini diduga karena ada tekanan predator di habitatnya yang hidup di atas tanah, contohnya harimau Sumatra.

Orangutan Kalimantan tidak memiliki tingkat ketergantungan yang sama ekstrem dibandingkan Tapanuli. Orangutan Kalimantan lebih suka berjalan-jalan di permukaan tanah pada kondisi tertentu, meski tetap bergantung pada pepohonan. Hal ini mungkin terjadi karena di Kalimantan jarang ditemui predator bagi orangutan, berbeda dengan orangutan Tapanuli.

Meskipun memiliki banyak perbedaan, orangutan Kalimantan, Sumatra, dan Tapanuli saat ini menghadapi ancaman kepunahan yang sama. Kehilangan hutan bisa mengurangi sumber makanan dan menghilangkan rumah mereka. Status konservasi ketiganya juga menghawatirkan, Orangutan Kalimantan berstatus Endangered, sedangkan orangutan Sumatra dan Tapanuli berstatus Critically Endangered menurut IUCN.

Itulah ciri-ciri orangutan Kalimantan yang membedakannya dengan orangutan Tapanuli dan orangutan Sumatra. Bagaimana, sudah bisa membedakannya, detikers?

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video Menang di Aragon, Marquez Kini Cuma Ketinggalan 19 Poin dari Martin"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads