Orang Utan-Beruang Muncul di Permukiman, BKSDA Sampit Telusuri Jejaknya

Kalimantan Tengah

Orang Utan-Beruang Muncul di Permukiman, BKSDA Sampit Telusuri Jejaknya

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 24 Agu 2026 12:00 WIB
Orang utan yang masuk ke lahan warga di Kayong Utara
Ilustrasi orang utan Kalimantan. Foto: Istimewa
Kotawaringin Timur -

Kemunculan seekor orangutan di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menarik perhatian warga. Satwa dilindungi itu terlihat warga dalam sepekan terakhir di kawasan Jalan Jalur 2 Desa Bapanggang Raya.

Kemunculan orangutan tersebut terjadi di wilayah yang lokasinya tidak jauh dari area yang sebelumnya dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Minggu (23/4/2026). Kondisi itu sempat memunculkan dugaan bahwa terganggunya habitat akibat kebakaran membuat orangutan bergerak mendekati kawasan perkebunan warga.

Namun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum dapat memastikan adanya hubungan langsung antara karhutla dengan kemunculan satwa tersebut. Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan lokasi kemunculan orangutan berbeda dengan titik kebakaran. Karhutla sebelumnya terjadi di Jalur 7, sementara orangutan ditemukan di Jalur 2.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Jalur 2 Desa Bapanggang. Kebakaran saat itu terjadi di Jalur 7," kata Muriansyah, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, orangutan juga tidak terlihat berada di lokasi yang sedang terbakar. Karena itu, BKSDA masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kemunculan satwa tersebut.

"Kemunculan orangutan sempat direkam warga. Di sekitar lokasi terlihat sejumlah anakan sawit berserakan. Umbut sawit yang diduga dimakan satwa tersebut juga ditemukan dalam kondisi telah dikonsumsi," katanya.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui pergerakan orangutan sekaligus mengantisipasi kemungkinan satwa kembali memasuki kebun atau kawasan permukiman. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

"BKSDA mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan orangutan apabila satwa tersebut kembali terlihat. Warga diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.

Selain laporan orangutan di Bapanggang Raya, BKSDA Resort Sampit juga menerima laporan aktivitas satwa liar di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

"Satwa tersebut diduga kuat merupakan beruang madu. Keberadaannya dilaporkan merusak tanaman anakan sawit dan memakan bagian umbut sawit milik warga.," katanya.

Meski demikian, BKSDA masih melakukan identifikasi untuk memastikan jenis satwa yang beraktivitas di kawasan perkebunan tersebut. BKSDA meminta masyarakat segera melaporkan setiap kemunculan orangutan maupun satwa liar lainnya sehingga keberadaan satwa dapat ditangani dengan aman, baik bagi masyarakat maupun satwa yang dilindungi.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads