Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merespons temuan potensi terumbu karang dan keanekaragaman biota laut di perairan Tarakan Timur. DKP Kaltara berencana melakukan identifikasi dan survei lapangan untuk memverifikasi data temuan dari Komunitas Freedivers Tarakan.
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Kaltara, Muhammad Najib, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltara sejauh ini belum mengantongi data dan informasi resmi yang terverifikasi secara khusus mengenai keberadaan terumbu karang di lokasi itu.
"Oleh karena itu, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui identifikasi dan survei lapangan terlebih dahulu untuk memperoleh data dan informasi yang lebih akurat mengenai kondisi ekosistem terumbu karang serta keberadaan biota laut di wilayah perairan Tarakan Timur," ujar Najib dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Senin (10/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Najib menjelaskan DKP Kaltara bakal segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan serta perangkat daerah terkait. Langkah ini diambil untuk mengumpulkan informasi awal, verifikasi lapangan, hingga menentukan tindakan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.
"Kami mengapresiasi inisiatif komunitas penyelam dan masyarakat yang turut melakukan eksplorasi serta menyampaikan informasi mengenai potensi sumber daya laut. Hal tersebut dapat menjadi masukan awal bagi pemerintah," ucap Najib.
Ia menambahkan, apabila survei membuktikan adanya nilai penting secara ekologis maupun sosial-ekonomi, maka temuan tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan perlindungan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Biota laut di perairan Tarakan Timur. (Dok. Komunitas Freedivers Tarakan) |
"Pada prinsipnya, DKP Kaltara mendukung upaya pelestarian ekosistem laut dan mendorong agar potensi terumbu karang tersebut dapat dijaga bersama. Pemanfaatan potensi wisata maupun aktivitas lainnya perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan," lanjut Najib.
Sebelumnya, perairan Tarakan kerap dipersepsikan keruh dan tercemar sampah oleh warga setempat. Namun, persepsi tersebut dipatahkan oleh Komunitas Freedivers Tarakan yang berhasil menemukan pesona bawah laut di Tarakan Timur. Lokasi ini bahkan disebut tak kalah memukau dari Kepulauan Derawan maupun Maratua.
Pegiat Komunitas Freedivers Tarakan, Bilal, menyebut masyarakat selama ini bersikap skeptis karena belum pernah melakukan eksplorasi di bawah laut Tarakan secara langsung.
"Banyak yang tidak tahu dan tidak percaya. Bahkan, ada warga yang bercerita sudah 40 tahun tinggal di Tarakan tapi tidak pernah melihat ada karang di sini. Padahal, mungkin dia hanya sekadar memancing, bukan menyelam eksplorasi," kata Bilal.

