Kok Bisa Lumba-lumba Laut Masuk ke Sungai Mahakam?

Kalimantan Timur

Kok Bisa Lumba-lumba Laut Masuk ke Sungai Mahakam?

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Kamis, 16 Jul 2026 18:29 WIB
Tangkapan layar lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik yang terlihat di Sungai Mahakam.
Foto: Tangkapan layar lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik yang terlihat di Sungai Mahakam (Dok. Istimewa)
Samarinda -

Seekor lumba-lumba laut terekam berenang sendiri jauh masuk ke Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Meski belum diketahui penyebabnya secara pasti, ada berbagai kemungkinan satwa yang semestinya hidup di laut dan pesisir ini masuk ke aliran air tawar.

Dikonfirmasi detikKalimantan, Pimpinan Program Ilmiah Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) Danielle Kreb memastikan hewan tersebut adalah lumba-lumba hidung botol atau Indo-Pasifik Bottlenose Dolphin. Dia menyebut beberapa kemungkinan penyebab.

"Bisa saja dia mengikuti ikan, mencari tempat yang lebih aman, atau memang terpisah dari kelompoknya. Latar belakangnya kita belum tahu pasti," katanya, Rabu (15/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tergolong jarang, menurutnya kejadian lumba-lumba laut masuk ke sungai bukan sesuatu yang belum pernah terjadi. Kemungkinan lainnya adalah karena individu tersebut terpisah dari kelompoknya.

"Memang dia berasal dari laut. Kadang-kadang lumba-lumba laut bisa masuk ke sungai, misalnya mengikuti ikan atau ada faktor lain. Kalau dilihat ini lumba-lumba jantan, dan bisa saja individu ini terpisah dari kelompoknya karena kalah bersaing dengan pejantan dewasa lain. Namun itu masih sebatas kemungkinan, karena penyebab pastinya tidak bisa dipastikan," jelasnya.

Terkait posisi terakhirnya, Danielle mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi video terbaru yang beredar kepada pengunggahnya. Berdasarkan informasi tersebut, lumba-lumba kembali terlihat di sekitar Jembatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

"Orang yang mengunggah video itu sudah kami konfirmasi. Kapal yang sama bertemu lagi dengan lumba-lumba itu di sekitar Jembatan Kota Bangun dan kelihatannya memang masih mengarah ke hulu," ujarnya.

Danielle memperkirakan lumba-lumba yang terlihat merupakan individu dewasa. Dari rekaman video yang diterima, kondisi satwa tersebut dinilai masih cukup baik karena masih mampu berenang hingga ke wilayah hulu. Untuk memastikannya, RASI telah mengerahkan tim pemantau yang berada di sejumlah kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam guna melihat apakah pergerakannya masih normal atau justru mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

"Dan kalau saya lihat dari videonya, dia masih bergerak cukup baik. Berarti untuk saat ini kondisinya kemungkinan masih sehat," katanya.

"Kami berharap sebenarnya dia memutuskan untuk berbalik arah. Kalau ternyata dia terus bergerak ke hulu dan kondisinya mulai tidak baik, mungkin akan kami coba bantu mengarahkan supaya kembali ke arah muara," tambah Danielle.

Lebih lanjut, Danielle menjelaskan masyarakat dapat membedakan lumba-lumba laut dengan pesut Mahakam dari bentuk fisiknya. Lumba-lumba hidung botol memiliki moncong yang panjang, sirip punggung lebih tinggi, serta cara muncul ke permukaan yang berbeda dengan pesut.

"Kalau pesut kepalanya lebih bulat dan tidak memiliki moncong panjang. Siripnya juga berbeda, termasuk cara muncul ke permukaan sudah punya ciri khas sendiri," ungkap Danielle.

Saat ini, RASI terus memantau pergerakan lumba-lumba tersebut tanpa melakukan tindakan yang dapat memicu stres pada satwa liar itu. Langkah penyelamatan baru akan dipertimbangkan apabila kondisinya terlihat semakin melemah. Masyarakat pun diminta ikut memantau keberadaan satwa tersebut dengan melaporkan jika kembali terlihat.

"Kami minta tolong kepada masyarakat, kalau melihat lumba-lumba ini lagi silakan direkam, diunggah, lalu tandai RASI supaya kami bisa mengetahui keberadaannya dan menentukan langkah yang perlu dilakukan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads