Selamat! Bekantan di Barito Kuala Lahirkan Anak Kembar

Kalimantan Selatan

Selamat! Bekantan di Barito Kuala Lahirkan Anak Kembar

Cicin Yulianti - detikKalimantan
Minggu, 21 Jun 2026 20:30 WIB
Bekantan merupakan primata yang banyak ditemukan di kawasan Kalimantan. Penebangan hutan ilegal hingga karhutla mengancam kelestarian primata tersebut.
Bekantan. Foto: Pradita Utama/detikcom
Barito Kuala -

Seekor induk bekantan di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), baru saja memiliki anak. Yang membuatnya unik, induk tersebut memiliki anak kembar.

Dilansir detikEdu, ahli konservasi biologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Amalia Rezeki menjelaskan bahwa kejadian hewan melahirkan anak kembar termasuk langka, terutama pada jenis monyet besar seperti bekantan (Nasalis larvatus). Karena itu, ia mengaku bersyukur akhirnya bisa menyaksikan momen langka ini setelah 10 tahun lebih fokus dalam pelestarian bekantan.

"Kami sangat bersyukur dan sempat meneteskan air mata terharu karena lebih dari sepuluh tahun saya mendedikasikan diri bagi upaya pelestarian bekantan di kawasan Pulau Curiak, baru kali ini menemukan kelahiran bayi bekantan kembar," kata Amalia, Minggu (21/6/2026), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi kembar tersebut lahir pada pertengahan Juni 2026 di Camp Tim Roberts yang dikelola oleh Amalia dan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Keduanya dilahirkan oleh bekantan betina kelompok Alpha.

Kelahiran ini, kata Amalia, cukup menarik perhatian akademisi dan pegiat konservasi di dunia. Jenis bekantan ini juga sebelumnya menjadi perbincangan di kalangan pemerhati satwa karena statusnya yang terancam punah menurut Lembaga Konservasi Internasional (IUCN).

Bekantan merupakan salah satu primata yang dulunya banyak ditemui di Kalimantan. Namun, kelangsungan hidup mereka terancam karena habitat yang semakin berkurang dan perburuan ilegal. Amalia pun mendorong adanya peraturan yang jelas sebagai intervensi agar bekantan tidak punah.

Mengutip laman IPB University, bekantan memiliki ciri khas yang berbeda dengan monyet besar lain. Keunikan paling jelas terlihat pada hidungnya yang besar dan wajah yang tidak ditumbuhi rambut. Bekantan memiliki ekor dengan panjang antara 59-762 mm.

Berat seekor bekantan bisa mencapai 16-22 kg untuk jantan, sedangkan yang betina 7-12 kg. Ciri lain dari hewan ini adalah bagian punggungnya yang berwarna coklat kemerahan, sedangkan anggota tubuh lainnya berwarna putih keabuan.

Di Indonesia, bekantan kerap dijumpai di beberapa daerah seperti rawa atau muara sungai. Keberadaan mereka antara lain bisa ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat. Selain itu, mereka juga dapat ditemui di Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah serta Sungai Mahakam dan Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads