Sepasang orang utan kalimantan induk dan anak bernama Mauliyan dan Ariandi sempat viral saat 2023 lalu ditemukan dalam kondisi malnutrisi dan tubuh tampak kurus kering. Kini kondisinya sudah jauh berbeda setelah direhabilitasi dan dilepasliarkan ke hutan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (Kaltim) M Ari Wibawanto bercerita, dua individu orang utan ini dievakuasi pada 2023 dari kawasan tambang batu bara di Kutai Timur. Mereka kemudian diberi nama Mauliyan dan Ariandi.
"Dua individu orang utan itu mengalami malnutrisi sehingga perlu dilakukan peningkatan nutrisi dan pemulihan kesehatan," ujar Ari kepada detikKalimantan, Senin (25/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rehabilitasi yang dilakukan berfokus pada pemulihan kondisi fisik alih-alih perilaku. Ari mengatakan insting liar Mauliyan dan Ariandi saat itu masih sangat baik, sehingga tidak memerlukan rehabilitasi perilaku terlalu lama.
"Perilakunya masih liar sehingga yang dilakukan lebih kepada rehabilitasi kesehatan dan peningkatan nutrisinya," lanjutnya.
Selama proses rehabilitasi, Mauliyan mendapat perlakuan khusus berbeda dibanding orang utan lainnya. Tim medis memberikan porsi makan dua kali lebih banyak. Ia diberi tambahan alpukat, susu kedelai, hingga cairan elektrolit rutin untuk mempercepat pemulihan nutrisi.
"Selama menjalani rehabilitasi, berat badan Mauliyan meningkat signifikan. Dari awalnya hanya sekitar 19 kilogram, berat tubuhnya bertambah menjadi 34 kilogram pada Maret 2024 saat akan dilepasliarkan. Kondisi kulit membaik, rambut mulai tumbuh kembali, dan perilaku liarnya tetap terjaga," lanjut Hanifah.
Kini sudah lebih dari 2 tahun sejak Mauliyan dan Ariandi kembali ke habitatnya di alam liar. Mereka dilepasliarkan di kawasan Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur. Pergerakan keduanya masih terus dipantau tim konservasi.
Dalam dokumentasi terbaru, tampak Mauliyan dan Ariandi sedang bercengkrama di pohon. Mauliyan kini sudah tampak gemuk. Ariandi yang sudah berusia 6 tahun masih menempel di gendongan induknya.
(bai/bai)
