Menteri LH Baru Langsung Hadapi Risiko Karhutla El Nino, Janji Perkuat Mitigasi

Nasional

Menteri LH Baru Langsung Hadapi Risiko Karhutla El Nino, Janji Perkuat Mitigasi

Adrial akbar - detikKalimantan
Rabu, 29 Apr 2026 20:30 WIB
Jumhur Hidayat
Foto: Menteri LH Jumhur Hidayat (Adrial/detikcom)
Balikpapan -

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkap telah mendapat banyak laporan terkait kendala mitigasi kebakaran hutan di Indonesia. Padahal saat ini risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meningkat karena El Nino. Jumhur pun memastikan pihaknya akan mematangkan mitigasi demi menghadapi risiko karhutla.

Dilansir detikNews, Jumhur diketahui baru dilantik sebagai Menteri LH pada Senin (27/4) lalu. Ia langsung berhadapan dengan risiko karhutla di tengah fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi dalam waktu yang panjang.

"Dan dalam waktu dekat ini soal El Nino ya, soal kebakaran hutan. Oke, ini masalah juga saya kasih ini aja. Saya nanti akan kerja keras sama Pak Wamen dan dukungan semua pihak tentunya, memastikan mitigasi tentang kebakaran hutan itu harus dilakukan dengan betul-betul serius," kata Jumhur, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumhur mengatakan ada sejumlah laporan mengenai kendala dalam mitigasi kahutla. Ia pun berjanji akan berupaya mengatasi kendala-kendala tersebut sehingga mitigasi dapat lebih maksimal.

"Sebetulnya ada saya dapat laporan, banyak cara untuk memitigasi ini. Tapi nggak jalan ya karena satu dan lain hal, maka insyaallah dalam situasi sekarang ini saya akan memimpin," tegasnya.

Jumhur berharap dengan mitigasi yang lebih matang, potensi karhutla dapat ditekan hingga angka yang serendah mungkin.

"Mudah-mudahan El Nino yang panjang ini, dengan kerja keras yang baik ini, kita bisa menekan serendah-rendahnya," lanjutnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pihak-pihak yang memiliki konsesi seperti masyarakat adat yang memiliki hutan adat.

"Itu intervensi kita mungkin harus lebih serius di sini, karena mereka mungkin tidak teredukasi soal itu. Karena itu nanti ada pemikiran, oke deh ada dukungan-dukungan dana untuk membantu pembuatan parit, genangan air, bagi yang open access," pungkas Jumhur.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads