Gemas! Kala Orang Utan di Kaltim Ikut Rayakan Lebaran Ketupat

Gemas! Kala Orang Utan di Kaltim Ikut Rayakan Lebaran Ketupat

Riani Rahayu - detikKalimantan
Rabu, 25 Mar 2026 17:59 WIB
Perayaan lebaran ketupat di dua tempat pusat penyelamatan satwa di PPS Long Sam dan Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA). (Dokumentasi BKSDA Kaltim)
Foto: Perayaan lebaran ketupat di dua tempat pusat penyelamatan satwa di PPS Long Sam dan Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA). (Dokumentasi BKSDA Kaltim)
Berau -

Perayaan Idulfitri di Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung unik di pusat rehabilitasi satwa. Sejumlah orang utan menjalani momen Lebaran dengan menikmati makanan yang disajikan dalam bentuk ketupat.

Di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Kabupaten Berau, makanan satwa dikemas dalam anyaman ketupat lalu digantung di area bermain. Metode ini membuat satwa, khususnya 4 bayi orang utan, harus memanjat dan membuka ketupat untuk mendapatkan makanan.

Founder dan Direktur Conservation Action Network (CAN), Paulinus Kristanto mengatakan metode tersebut merupakan bagian dari pengayaan perilaku atau enrichment bagi satwa. Tujuannya untuk melatih kemampuan fisik dan kognitif agar siap kembali ke habitat alaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Metode pengayaan ketupat ini bertujuan untuk menantang kemampuan fisik dan kognitif bayi orang utan. Kami sengaja menggantung ketupat di playground agar mereka aktif bergerak dan meraih makanan," ujarnya kepada detikKalimantan, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, proses tersebut juga melatih kesabaran dan ketangkasan satwa dalam membuka anyaman ketupat. Menurutnya, antusiasme orang utan terlihat saat mereka tidak sekadar makan, tetapi juga 'berburu' makanan.

"Orang utan harus memanjat, bergelantungan, dan menggunakan koordinasi tangan serta kaki untuk meraih makanan. Ini simulasi nyata bagaimana mereka mencari makan di alam liar," katanya.

Hal serupa juga dilakukan di Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) yang dikelola Center for Orangutan Protection (COP). Makanan dimasukkan ke dalam ketupat lalu digantung di dahan pohon saat orangutan menjalani sekolah hutan.

Perayaan lebaran ketupat di dua tempat pusat penyelamatan satwa di PPS Long Sam dan Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA). (Dokumentasi BKSDA Kaltim)Perayaan lebaran ketupat di dua tempat pusat penyelamatan satwa di PPS Long Sam dan Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA). (Dokumentasi BKSDA Kaltim)

Manajer BORA, Widi Nursanti menyebut metode tersebut bertujuan membuat satwa tetap aktif dan tidak jenuh selama proses rehabilitasi. Selain itu, enrichment ini juga melatih kemampuan berpikir dan perilaku alami orang utan.

"Enrichment itu membuat mereka sibuk, berpikir, belajar, dan mencari cara bagaimana menyantap hidangan. Ini juga melatih problem solving dan merangsang indra penciuman mereka," tuturnya.

Ia menambahkan, ketupat yang digunakan berisi potongan buah, selai, hingga madu. Variasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas satwa dalam memperoleh makanan.

"Enrichment berbentuk ketupat menjadi hal yang unik. Selain agar tidak jenuh, ini juga melatih kreativitas fisik mereka saat menyantap makanan," katanya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, metode kreatif seperti ini penting untuk menjaga proses rehabilitasi tetap berjalan optimal.

"Media ketupat ini bukan sekadar kemasan unik, melainkan alat problem solving yang efektif. Satwa dipicu untuk menggunakan kreativitas fisik dan indra penciuman untuk mendapatkan makanan," terang Ari.

Ia menilai, pengayaan perilaku yang variatif menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi orang utan sebelum dilepasliarkan. Sinergi antara lembaga konservasi juga dinilai penting dalam mendukung upaya tersebut.

"Inisiatif sederhana ini menjadi simbol harapan bahwa setiap proses belajar yang mereka lalui adalah langkah menuju kembali ke habitat aslinya," pungkasnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads