4 Bakal Bunga Rafflesia Ditemukan Lagi di Sambas, Diduga Jenis Hasseltii

4 Bakal Bunga Rafflesia Ditemukan Lagi di Sambas, Diduga Jenis Hasseltii

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 30 Nov 2025 20:15 WIB
Knop Rafflesia ditemukan di Hutan Lindung Tanjung Datuk, Sambas, Kalimantan Barat.
Knop Rafflesia ditemukan di Hutan Lindung Tanjung Datuk, Sambas, Kalimantan Barat. Foto: Dok. Petugas Mercusuar Tanjung Datuk
Sambas -

Empat bakal bunga Rafflesia kembali ditemukan di kawasan Hutan Lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Minggu (30/11/2025). Belum diketahui secara pasti Rafflesia ini jenis Hasseltii atau bukan.

Rafflesia yang masih berbentuk knop (istilah umum digunakan untuk bakal bunga yang hampir mekar) ini ditemukan oleh Aan, petugas Mercusuar Tanjung Datuk di jalur tracking menuju mercusuar. Jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan dari kaki bukit. Lokasinya, sama persis ditemukannya Rafflesia Hasseltii yang mekar sempurna pada Juni lalu.

"Hari ini saya menemukan lagi bunga Rafflesia yang hampir mekar. Ada empat knop di lokasi yang sama tempat ditemukannya Rafflesia yang mekar tiga bulan lalu," kata Aan kepada wartawan, Minggu sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pria yang akrab dipanggil Long Aan ini, keberadaan Rafflesia di kawasan itu cukup mudah dijumpai. Karena beberapa tumbuh dekat tepi jalur tracking. Dari empat knop yang terlihat, kata dia, dua masih berukuran kecil, sementara dua lainnya hampir memasuki fase mekar (pre bloom).

"Ada yang sebesar kepalan tangan, ada juga yang sebesar kepala. Nanti kalau sudah mekar sempurna akan saya foto lagi. Akan saya beritahu juga kalau sudah hampir mekar. Silakan datang untuk melihatnya langsung," katanya dia.

Aan menduga knop tersebut merupakan Rafflesia hasseltii, mengingat spesies yang mekar di lokasi ini sebelumnya adalah jenis yang sama. Namun secara ilmiah, identifikasi jenis Rafflesia baru dapat dipastikan setelah bunga mekar sempurna, sehingga kepastian spesies masih menunggu proses mekar.

Rafflesia termasuk genus bunga langka yang dilindungi. Banyak spesiesnya berstatus terancam punah menurut IUCN. Keberadaan Rafflesia juga menunjukkan ekosistem hutan yang masih sehat karena tumbuhan ini hanya dapat hidup sebagai parasit pada inangnya, Tetrastigma. Tingkat keberhasilan knop menuju fase mekar pun tergolong rendah, sehingga setiap temuan menjadi penting bagi upaya pemantauan dan konservasi.

Sementara itu, pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar belum bisa memastikan jenis Rafflesia ini. BKSDA sudah menurunkan tim untuk mengecek ke lapangan. Nantinya, jika sudah dapat dipastikan bahwa Rafflesia yang ditemukan di Sambas adalah jenis Hasseltii, maka akan ada perlakuan khusus dari BKSDA Kalbar.

Sebelumnya, Agri Aditya, warga Pontianak yang sebagai pecinta alam mengklaim menemukan Rafflesia Hasseltii di kawasan hutan lindung Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh. Ia bersama teman-temannya yang sedang menjelajah hutan hujan tropis menuju Mercusuar Tanjung Datuk menemukan spesies tumbuhan parasit itu bermekaran di jalur pendakian.

"Saya pernah melihat langsung bunga Rafflesia Hasseltii mekar sempurna di kawasan hutan hujan tropis kawasan hutan lindung Desa Temajuk," katanya kepada detikKalimantan, Minggu (30/11/2025).

Rafflesia hasseltii adalah spesies tumbuhan parasit dari genus Rafflesia dan famili Rafflesiaceae yang diinangi oleh beberapa spesies Tetrastigma. Rafflesia hasseltii memiliki variasi bentuk, warna, dan pola yang paling luas dibandingkan semua rafflesia.

Tumbuhan ini berasal dari Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Di Sumatera, peneliti membutuhkan waktu 13 tahun untuk menemukan kembali Rafflesia hasseltii. Sementara di hutan lindung Desa Temajuk (kawasan Perbatasan RI-Malaysia), masyarakat dengan mudah menemukan Rafflesia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Komisi XIII DPR Ungkap RUU Hak Cipta Belum Bisa Disahkan Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads