Infografis: 2 Filosofi Iringi Kepergian Peralta dari Segiri

Infografis: 2 Filosofi Iringi Kepergian Peralta dari Segiri

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB
Infografis: 2 Filosofi Iringi Kepergian Peralta dari Segiri
Mariano Peralta hengkang dari Borneo FC dan bergabung dengan Persib Bandung/Foto: (Infografis diolah dengan NotebookLM)
Samarinda -

Gelandang serang asal Argentina sekaligus peraih gelar Pemain Terbaik (MVP) Super League 2025/2026, Mariano Peralta hengkang dari Borneo FC dan bergabung dengan Persib Bandung. Ada dua filosofi yang mengiringi.

Kepindahan pemain berusia 27 tahun itu memicu beragam reaksi. Mulai dari penghormatan manajemen hingga penegasan loyalitas tanpa batas kepada Borneo FC dari kelompok suporter Pusamania.

Detail Kontrak dan Proses Transfer ke Persib

Persib Bandung mengamankan tanda tangan Peralta setelah kontrak sang pemain bersama Borneo FC berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Waktu pengumuman: Peralta diperkenalkan sebagai pemain baru Persib pada Minggu, 19 Juli 2026.
  • Durasi kontrak: Pemain jebolan akademi San Lorenzo itu dikontrak tim Maung Bandung selama dua musim hingga 2028.
  • Status transfer: Persib mendatangkan Peralta dengan status bebas transfer, meski sang pemain memiliki nilai pasar di kisaran Rp 13 miliar.
  • Alasan kepindahan: Persib yang musim ini akan tampil di kompetisi tingkat Asia menjadi salah satu faktor penentu pilihan Peralta di tengah minat dari klub lain seperti Persija Jakarta.

Statistik Mengkilap Peralta Selama Dua Musim di Samarinda

Peralta meninggalkan Pesut Etam dengan catatan performa yang sangat impresif dan kontribusi besar bagi prestasi tim.

  • Musim 2024/2025: Mencatatkan 9 gol dan 13 assist dari 33 pertandingan di musim perdananya.
  • Musim 2025/2026: Penampilannya meningkat tajam dengan torehan 20 gol dan 14 assist dalam 34 penampilan.
  • Prestasi tim: Menjadi aktor kunci yang membawa Borneo FC finis sebagai runner-up dengan koleksi 79 poin, hanya kalah head-to-head dari Persib yang menjadi juara.
  • Penghargaan Individu: Meraih gelar Pemain Terbaik (MVP) Super League 2025/2026 sebelum resmi berpamitan.

Respons Manajemen Borneo FC Mengenai Perpisahan

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyatakan pihaknya menghormati keputusan Peralta untuk melanjutkan karier di Bandung.

  • Penerimaan manajemen: Terkait kepergian sang pemain, Dandri berujar, "Ya sudahlah (pergi), mau apa lagi. Kalau sudah tiba masanya, kalau sudah tidak ada jodoh ya sudah".
  • Peluang kembali: Dandri meyakini adanya ikatan emosional kuat antara Peralta dan Samarinda.
  • Filosofi air Sungai Mahakam: "Mungkin lain waktu. Percaya saja air Sungai Mahakam itu membawa kita kembali ke Samarinda," tambahnya optimis.

Sikap Pusamania: Loyalitas untuk Klub di Atas Segalanya

Meskipun menyayangkan kepergian pemain kunci, kelompok suporter Pusamania tetap memberikan penghormatan bagi mereka yang pernah membela panji Pesut Etam.

  • Sikap terhadap lawan: Capo Pusamania, Riyo, mengaku tidak khawatir dengan Pesut Etam meski harus berhadapan dengan mantan pemainnya. "Tidak ada. Justru kita tahu komposisi dia, kemampuan dia. Mungkin kita akan bisa mengantongi dia," jelas Riyo.
  • Kekecewaan dan kesetiaan: Riyo mengakui adanya rasa sedih, namun menekankan prinsip suporter. "Kecewa ada. Tapi ingat, pemain, pelatih, dan manajemen akan silih berganti datang dan pergi. Kami suporter akan tetap setia mendukung Borneo sampai mati," tegasnya.
  • Filosofi dukungan: Menutup tanggapannya, Riyo mengingatkan kembali jati diri suporter. "Siapapun yang masih berseragam Borneo FC wajib kita dukung. Dan siapapun yang sudah pergi, kita tetap respek karena mereka pernah menjadi bagian dari kita. Ingat, logo di dada lebih berarti daripada nama di punggung," pungkasnya.
(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads