Jenderal Hoegeng: Legenda Kejujuran dan Integritas Polri

Infografis

Jenderal Hoegeng: Legenda Kejujuran dan Integritas Polri

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Rabu, 01 Jul 2026 13:59 WIB
Infografis Jenderal Hoegeng
Infografis Jenderal Hoegeng. Foto: diolah dari NotebookLM
Balikpapan -

Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke-5 yang menjabat pada tahun 1968-1971, merupakan sosok legenda yang dikenal melalui karakternya yang tegas, bersih, dan berintegritas tinggi.

Sebagai tokoh yang dianggap tidak mempan disuap, ia menjadi teladan utama dalam menanamkan nilai antikorupsi di Indonesia. Berikut adalah poin-poin utama yang dapat diteladani dari perjalanan hidup dan pengabdian Jenderal Hoegeng:

1. Integritas Tanpa Kompromi terhadap Suap

Sejak awal kariernya sebagai perwira polisi, Hoegeng telah membuktikan bahwa dirinya tidak bisa dibeli. Saat bertugas di Sumatera Utara, ia secara halus menolak pemberian rumah dan mobil dari utusan bandar judi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegasannya memuncak ketika ia memerintahkan kuli untuk mengeluarkan barang-barang mewah pemberian bandar judi dari rumah dinasnya, bahkan membuangnya ke luar jendela karena tidak sudi melanggar sumpah jabatan.

2. Menghindari Benturan Kepentingan

Hoegeng sangat menjaga netralitas dan etika profesinya demi menghindari praktik kolusi. Salah satu bentuk ketegasannya adalah melarang istrinya membuka toko bunga.

Ia meminta usaha tersebut ditutup karena khawatir para pemesan bunga adalah orang-orang yang sedang berurusan dengan kepolisian atau imigrasi demi mencari simpati maupun kemudahan.

3. Jiwa Pelayan Masyarakat yang Rendah Hati

Meskipun telah mencapai pangkat jenderal berbintang empat dan menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng tidak merasa gengsi untuk turun langsung ke perempatan guna mengatur lalu lintas. Ia memegang teguh prinsip bahwa polisi, dari pangkat terendah hingga tertinggi, pada dasarnya adalah pelayan yang bertugas mengayomi masyarakat.

4. Keberanian Menegakkan Hukum

Hoegeng dikenal berani mengusut kasus-kasus kontroversial yang melibatkan orang-orang berpengaruh, seperti penyelundupan mobil mewah oleh Robby Tjahjadi hingga kasus pemerkosaan Sum Kuning yang diduga melibatkan anak pejabat. Keberaniannya dalam membongkar kasus-kasus besar tanpa memedulikan siapa 'beking' diduga justru memicu pemberhentiannya dari jabatan Kapolri.

5. Kesederhanaan Hidup hingga Akhir Hayat

Gaya hidup Hoegeng jauh dari kemewahan. Ia terbiasa tinggal di rumah sewa dan sering menolak fasilitas berlebihan seperti mobil pemberian pengusaha maupun pengawalan harian.

Di akhir pengabdiannya, ia menerima uang pensiun yang sangat kecil, namun ia tetap mensyukurinya. Ia mewariskan sebuah pesan moral yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia: "Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik".

Melalui keteladanan di atas, sosok Hoegeng bukan sekadar mantan pejabat negara, melainkan simbol moralitas yang membuktikan bahwa kejujuran adalah harta yang paling tak ternilai.

(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads