Menag Akan Tarawih di Masjid IKN pada 2 Ramadan

Menag Akan Tarawih di Masjid IKN pada 2 Ramadan

Devi Setya - detikKalimantan
Kamis, 12 Feb 2026 21:00 WIB
Tampak dekat Masjid Negara di IKN
Masjid Negara di IKN/Foto: Tim Humas Otorita IKN 2025
IKN -

Wamenag Romo Muhammad Syafi'i memastikan Masjid Negara di IKN siap untuk digunakan salat tarawih selama Ramadan. Wamenag meninjau langsung sekaligus memimpin salat subuh berjemaah di sana, Kamis (12/2/2026).

"Kami bersyukur hari ini dapat bekerja dan melakukan peninjauan ini. Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan masjid, khususnya menjelang rencana pelaksanaan salat tarawih pada awal Ramadan di kawasan IKN," ujar Wamenag, dikutip detikHikmah dari laman resmi Kemenag, Kamis (12/2/2026).

Wamenag juga mengungkapkan Menteri Agama Nasaruddin Umar berencana salat tarawih sekaligus memberikan tausiyah di Masjid IKN, pada 2 Ramadan 1447 H.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bapak Menteri secara khusus meminta saya memastikan bahwa pada 2 Ramadan beliau sudah dapat melaksanakan salat tarawih dan menyampaikan tausiyah di masjid ini. Setelah peninjauan, insyaallah target tersebut dapat tercapai," kata Wamenag.

Menurutnya, sejumlah pekerjaan teknis seperti pemasangan karpet dan penataan ruang pendukung masih berlangsung. Meski demikian, secara umum progres pembangunan dinilai telah memenuhi harapan.

"Kami juga melihat progres pemasangan karpet dan penyiapan ruang-ruang yang diperlukan yang saat ini sedang dalam proses. Dengan demikian, dapat kami sampaikan bahwa harapan ini pada prinsipnya sudah terpenuhi," lanjutnya.

Masjid IKN dirancang sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan utama di ibu kota baru. Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur Kementerian Pembangunan Umum melalui Efry Biaktama Meliala menjelaskan bahwa kapasitas masjid pada tahap awal mencapai sekitar 29.000 jemaah. Ke depan, kapasitas tersebut akan dikembangkan hingga mampu menampung kurang lebih 60.000 jemaah.

"Di kawasan masjid, terdapat bangunan utama untuk area salat, plaza, minaret, area penunjang, serta area komersial yang akan digunakan sebagai Plaza Ramadan. Berdasarkan koordinasi dengan Otorita IKN, akan tersedia sekitar 100 tenant, dengan 20 tenant berada di area ini," ujar Efry.

Kehadiran Plaza Ramadan di sekitar masjid diharapkan menjadi ruang pendukung aktivitas masyarakat selama bulan puasa, sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat interaksi sosial dan ekonomi.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads