Penipuan Catut Nama Wawali Samarinda, Sasar Pengurus Masjid Via WA

Kalimantan Timur

Penipuan Catut Nama Wawali Samarinda, Sasar Pengurus Masjid Via WA

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 14 Sep 2026 20:20 WIB
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. (dok. Istimewa)
Foto: Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. (dok. Istimewa)
Samarinda -

Nama Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri dicatut orang tak dikenal melalui pesan WhatsApp yang diduga mengarah pada aksi penipuan. Pelaku menyasar sejumlah pengurus masjid dengan modus menanyakan kebutuhan hingga biaya yang kemungkinan dapat dibantu.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Pemkot Samarinda, Dinvi mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait nomor tersebut. Mayoritas laporan sejauh ini berasal dari pengurus masjid, di antaranya Masjid Pelita dan Masjid Al-Ma'ruf.

"Kami ada menerima beberapa laporan tadi, terutama sebagian besar ini dari pengurus masjid. Yang sudah sampai ke kami itu dari Masjid Pelita, kemudian Masjid Al-Ma'ruf," ujar Dinvi saat dihubungi detikKalimantan, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinvi mengatakan pelaku menghubungi pengurus masjid dengan mengaku sebagai Wakil Wali Kota Samarinda. Dalam komunikasinya, pelaku mulai menanyakan kebutuhan pengurus masjid yang disebut kemungkinan dapat dibantu.

"Yang jelas dia meminta pengurus masjid mendata apa-apa yang kebutuhannya itu. Itu sih awalnya yang dia minta," jelasnya.

Sejauh ini, Dinvi belum mendapatkan laporan adanya permintaan uang dari pelaku kepada pihak yang dihubungi. Namun modus tersebut mulai terdeteksi sejak Senin pagi dan membuat sejumlah penerima pesan memilih mengonfirmasi kebenarannya kepada Pemkot Samarinda.

"Jadi sejauh ini komunikasinya masih mendata kebutuhan," katanya.

Dugaan pencatutan nama Saefuddin juga disebut tidak hanya menyasar pengurus masjid. Dinvi menerima informasi komunikasi serupa mulai mengarah ke lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Jadi kayaknya selain arahnya ke pengurus masjid, arahnya ke Forkopimda kayaknya ini," ungkapnya.

Dinvi menduga pelaku dapat menyasar pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan Wakil Wali Kota maupun pejabat Pemkot Samarinda. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai pesan dari nomor yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.

"Bilamana ada nomor pejabat Pemkot yang meminta ataupun mendata sesuatu yang di luar kelogisan, bisa mengonfirmasi ke kami, baik ke Kominfo ataupun ke bagian protokol untuk memastikan kebenaran hal tersebut," tegasnya.

Dinvi meminta pengurus masjid, organisasi masyarakat hingga instansi vertikal melakukan konfirmasi apabila menerima komunikasi mencurigakan serupa. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan nama pejabat Pemkot Samarinda tidak dimanfaatkan oleh pihak lain untuk melakukan dugaan penipuan.

"Yang penting dikonfirmasi dulu untuk memastikan kebenarannya," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads