Dear Ortu, Polisi Ungkap Perubahan Perilaku Anak yang Mungkin Terjerat Narkoba

Dear Ortu, Polisi Ungkap Perubahan Perilaku Anak yang Mungkin Terjerat Narkoba

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 18 Agu 2026 08:00 WIB
Young caucasian woman passed out after overdosed herself.
Ilustrasi narkoba. Foto: Getty Images/urbazon
Samarinda -

Perubahan perilaku anak seperti sering bolos, tidak fokus saat belajar hingga cenderung menyendiri diminta menjadi perhatian orang tua. Binmas Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menyebut perubahan tersebut bisa menjadi tanda yang patut dicurigai mengarah pada penyalahgunaan narkotika.

Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Arman mengatakan anak yang mulai terpengaruh narkotika dapat menunjukkan perubahan perilaku dalam kesehariannya. Kondisi itu dapat terlihat dari kebiasaan anak yang mulai sering meninggalkan sekolah hingga tidak lagi berinteraksi dengan lingkungan.

"Perubahan perilaku sering bolos, tidak fokus pada pelajaran, tidak bersosialisasi itu patut untuk diwaspadai dan menjadi perhatian orang tua," ujar Arman kepada detikKalimantan, Senin (17/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arman menyebut anak yang tiba-tiba menarik diri dari lingkungan juga patut mendapat perhatian. Namun, perubahan tersebut tidak bisa langsung dikaitkan dengan narkotika karena anak bisa saja sedang menghadapi persoalan lain.

"Sangat bisa dicurigai namun perlu ditinjau lebih dalam karena bisa juga akibat perundungan atau masalah lainnya," terangnya.

Menurut Arman, anak menjelang usia remaja merupakan kelompok yang rentan terpengaruh lingkungan sekitar. Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan anak tidak hanya dilakukan melalui penyuluhan di sekolah.

"Senioritas yang salah, pergaulan yang salah, cara mencari jati diri yang salah, karena memang umur anak menjelang remaja adalah umur yang rentan, maka itu penyuluhan kami gencarkan di tingkat RT RW, pada saat anggota Binmas secara periodik menjadi irup apel atau upacara di sekolah-sekolah," tuturnya.

Arman menambahkan lingkungan terdekat memiliki peran penting dalam mengawasi perubahan perilaku anak. Menurutnya, perhatian terhadap kebiasaan anak perlu dilakukan sejak dini agar perubahan yang muncul dapat segera diketahui dan ditelusuri penyebabnya.

Bandar narkoba disebut makin sering memanfaatkan anak muda sebagai pengedar maupun kurir sabu. Modus itu terungkap setelah Tim Khusus Ditresnarkoba Polda Kaltim menangkap seorang pemuda berusia 21 tahun saat diduga bertransaksi sabu di depan gerai ponsel di Samarinda.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Romylus Tamtelahitu mengatakan pengungkapan itu merupakan hasil operasi terselubung dalam Operasi Antik Mahakam 2026. Pemuda berinisial A diamankan di depan gerai ponsel di Jalan P Antasari, Kecamatan Sungai Kunjang pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 00.50 Wita.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan operasi terselubung yang dilakukan tim, tersangka berhasil diamankan saat sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu di depan Erafone," ujarnya kepada detikKalimantan, Jumat (23/7/2026).



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads