Mita Dibunuh Sopir Travel pada 2024: Barangnya Sampai, tapi Orangnya Tak Ada

Regional

Mita Dibunuh Sopir Travel pada 2024: Barangnya Sampai, tapi Orangnya Tak Ada

Agung Pramono - detikKalimantan
Selasa, 11 Agu 2026 18:30 WIB
Gadis asal Wajo, Paramitha Titania Anggelica alias Mita (26) sudah 4 bulan hilang.
Foto: Paramitha Titania Anggelica alias Mita (26)/(dok. Istimewa)
Balikpapan -

Wanita asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Paramitha Titania Anggelica alias Mita (26), tewas dibunuh sopir travel bernama Alber Bin Markus Pagga alias Latu (37). Pembunuhan terjadi saat korban melakukan perjalanan menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Mita itu termasuk tulang punggung keluarga, dari 3 bersaudara. Orang tua semua masih ada," ujar kakak korban, Nadia kepada detikSulsel, Selasa (11/8/2026).

Menurut Nadia, Mita sudah sekitar 9 tahun bekerja di Morowali. Ia menyebut Mita pula yang mengajak dirinya dan suami bekerja di sana hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia (Mita) kerja sudah lama di Morowali, saya saja sudah 7 tahun kerja. Na Mita yang panggil saya ke Morowali kerja, mungkin sekitar 9 tahunan," katanya.

Ia menerangkan saat itu Mita pulang kampung karena cuti. Korban yang hendak kembali ke Morowali kemudian pamit kepada orang tuanya hingga akhirnya dilaporkan hilang.

"Barangnya Mita sampai, tetapi orangnya tidak ada. Kakaknya sendiri yang terima itu barang, baru ditanya itu sopir mana Mita? Dia bilang sudah turun di jalan. Pas kembali Alber dari Morowali ditanyakan sama mamanya kita kirimkan saja uang Mita Rp 50 juta untuk proses pengurusan di perusahaannya, baru dia bilang juga Mita pergi sama cowoknya karena hamil," sambung Nadia.

Nadia menyampaikan jasad Mita baru diangkat dari jurang pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sore. Namun pihak keluarga mencurigai Mita tidak dibuang ke jurang, melainkan dibawa turun.

"Pengangkatan jasadnya di tanggal 8 Agustus sore. Tidak mungkin itu dia (pelaku) buang, Mita dikasih masuk dalam hammock, baru di kasih masuk lagi dalam karung. Kami menduga jasadnya dibawa ke tepi jurang yang kurang lebih sekitar 60 sampai 70 meter ke bawah," jelasnya.

Nadia juga menyebut proses pemakaman Mita akan dilakukan besok, Rabu (12/8). Pihak keluarga masih menunggu kepolisian melakukan autopsi.

"Proses pemakaman baru rencana dilakukan besok, karena Polres Wajo baru mau melakukan autopsi. Setelah diambil sampelnya baru Polres Morowali yang menyerahkan jasadnya ke keluarga," jelasnya.

Dua Tahun Hilang

Dalam catatan pemberitaan detikSulsel, Mita berangkat ke Morowali pada 22 Juli 2024 sekitar pukul 16.30 Wita. Korban saat itu dijemput oleh sopir travel di Bottodongga, Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

Sejak berangkat dari rumah, Mita rupanya hanya satu kali memberikan kabar. Korban disebut hanya sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak lama lagi tiba di tempat tujuan.

"Sepanjang Mita berangkat, orang tua saya beberapa kali menelepon dan terakhir pada hari Selasa tanggal 23 Juli 2024 sekira pukul 09.00 Wita orang tua kami menanyakan sudah di mana? Mita menjawab, 'tidak lama mi sampai ka'," ujar Nadia, Minggu (24/11/2024).

Namun sejak kabar terakhir itu, Mita sudah tidak pernah muncul lagi. Sementara sopir travel yang membawa Mita mengaku sudah mengantarkan Mita hingga ke Morowali.

"Alasan dari sopir itu bahwa Mita tadi turun dan dijemput oleh temannya di sekitar daerah Lalampu, Kabupaten Morowali. Dan sejak saat itu nomor telepon Mita sudah tidak aktif," terangnya.

Keluarga kemudian melaporkan Mita hilang ke Polres Wajo pada 9 Agustus 2024. Sejak laporan diterima, polisi melakukan pencarian secara intensif serta berkoordinasi dengan Polres Morowali. Dalam proses penyelidikan, Satreskrim Polres Wajo mendapatkan sejumlah petunjuk yang mengarah kepada Alber sebagai orang terakhir yang bersama korban hingga akhirnya ia ditangkap.

Baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2
(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads