Satreskrim Polresta Pontianak terus mengembangkan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite yang diungkap di kawasan SPBU Bundaran Kota Baru. Setelah mengamankan dua orang beserta ratusan liter Pertalite, penyidik kini memeriksa sejumlah saksi tambahan, termasuk petugas SPBU.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Happy Margowati Suyono mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.
"Saat ini kami sedang melakukan serangkaian pemeriksaan. Ada beberapa saksi tambahan yang kami panggil untuk dimintai keterangan, termasuk petugas di SPBU tersebut," kata Happy, Selasa (14/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Happy, pemeriksaan terhadap petugas SPBU dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan sekaligus menelusuri mekanisme penyaluran Pertalite yang diduga kemudian ditimbun.
Sebelumnya, Satreskrim Polresta Pontianak mengamankan dua orang yang diduga melakukan pelangsiran BBM subsidi di kawasan SPBU Bundaran Kota Baru. Polisi juga menyita sekitar 500 liter Pertalite yang tersimpan dalam sejumlah jeriken serta dua unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, dua orang yang diamankan mengakui sekitar 280 liter Pertalite merupakan milik mereka. Sementara sisa BBM yang ditemukan masih didalami penyidik untuk mengetahui pemilik dan pihak yang terlibat.
Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain dalam dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi tersebut.
Happy menegaskan, seluruh pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam perkara itu akan dimintai keterangan guna memastikan proses penegakan hukum berjalan secara menyeluruh.
"Semua masih kami dalami. Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk membuat terang perkara dan mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat," ujarnya.
Ia memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan hingga seluruh rangkaian dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut terungkap.
