Sakit Hati Diputusin, Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar

Kalimantan Timur

Sakit Hati Diputusin, Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Selasa, 16 Jun 2026 17:51 WIB
Pelaku penembakan saat diamankan anggota Polsek Samarinda Ulu. (Istimewa)
Foto: Pelaku penembakan saat diamankan anggota Polsek Samarinda Ulu. (Istimewa)
Samarinda -

Polisi mengungkap motif di balik kasus penembakan terhadap mahasiswi berinisial LA (20) di Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaku berinisial MZ (22) nekat melakukan aksinya karena sakit hati setelah hubungan asmaranya dengan korban berakhir.

Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie Soeharyadi mengatakan pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan asmara sebelum insiden penembakan terjadi.

"Iya, motifnya sakit hati karena korban memutuskan hubungan asmaranya," kata Arie saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arie menjelaskan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polresta Samarinda guna mendalami kasus tersebut.

"Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Samarinda," ujarnya.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim yang turut mendampingi korban mengungkapkan kondisi LA pascakejadian. Selain mengalami luka di bagian kepala akibat tembakan, korban juga mengalami trauma dan kecemasan.

Ketua TRC PPA Kaltim Rina mengatakan pihaknya telah mendampingi korban saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Korban selanjutnya akan mendapatkan pendampingan psikologis untuk memulihkan kondisi mentalnya.

"Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma dan kecemasan. Kami sudah mendampingi saat pemeriksaan dan akan dirujuk untuk mendapatkan pendampingan psikologis," ujarnya.

Rina menjelaskan luka yang dialami korban berada di bagian tengah atas kepala. Saat kejadian, korban mengaku tidak melihat pelaku maupun arah datangnya tembakan.

"Pokoknya dari belakang karena kondisinya dia tidak melihat. Tiba-tiba terdengar bunyi lalu langsung luka di kepalanya. Dia tidak melihat pelaku dan tidak melihat dari arah mana," katanya.

Dari hasil pendampingan yang dilakukan TRC PPA, diketahui korban telah mengenal pelaku sekitar tiga bulan sebelum kejadian. Keduanya diperkenalkan oleh seorang teman hingga akhirnya sempat menjalin hubungan asmara.

Namun seiring berjalannya waktu, korban mulai merasa tidak nyaman dengan sikap pelaku yang dinilai terlalu posesif. Pelaku disebut sering memantau aktivitas korban, bahkan menggunakan akun lain untuk mengawasi korban tanpa sepengetahuannya.

"Awalnya berkenalan melalui temannya. Si cowok langsung suka dan menyatakan cinta, tetapi si cewek belum mau menerima. Seiring waktu sempat menjalin hubungan, tapi kemudian korban merasa hubungan itu janggal karena si cowok terlalu posesif," pungkasnya.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads