Biaya pengobatan Siti Juhairiyah, wanita yang dibakar mantan suami siri, ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Kalteng. Soal itu disampaikan Direktur Rumah Sakit Hanau, dr Atet Kurniadi.
"Pengobatan korban menggunakan program Kalteng Berkah. Program Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Jadi sudah aman. Full gratis," ujar dr Atet kepada detikKalimantan, Selasa (16/6/2026).
Saat ditanya apakah pihak keluarga sudah ada yang mengunjungi korban di RS Hanau, Atet menyatakan belum ada. Yang menjaga hanya petugas rumah sakit selama dirawat di ruang ICU RS Hanau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang mendampingi nakes di tempat pasiennya bekerja. Sampai hari ini korban masih belum bisa berkomunikasi sama sekali. Kalau dari rumah sakit yang penting ada penanggung jawab yakni Pemprov Kalteng jadi semua aman," ujarnya.
Berdasarkan data dari pihak kepolisiam, Siti Juhairiyah (29) tinggal di Desa Karang Mulya , RT 22 RW 01, Kecamatan Pangkalan Banteng. Siti asli dari Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfosantik Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana membenarkan bahwa biaya pengobatan korban ditanggung oleh Pemprov Kalteng.
"Ya betul kami tanggung, ini atas instruksi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang merasa iba atas kejadian tragis tersebut. Menggunakan Program Kalteng Berkah. Pesan Gubernur kepada pihak RS Hanau korban dirawat sampai sembuh," ujar Rangga kepada detikKalimantan, Minggu (16/6/20126).
