Seorang pekerja kedai angkringan, Siti Juhairiyah (29), menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan mantan suami sirinya, Sendi Ramadan. Siti mengalami luka bakar 80 persen dan kini dirawat intensif di RS Hanau Kabupaten Seruyan.
"Korban masih jalani perawatan intensif di RS Hanau Seruyan karena dekat dengan lokasi kejadian. Luka bakar mencapai 80 persen dengan kondisi lemah," ujar Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung Sugiarto kepada detikKalimantan, Minggu (14/6/2026).
Korban awalnya dilarikan ke Puskesmas Karang Mulya untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun kondisi luka yang cukup serius, korban dirujuk ke RS Hanau untuk perawatan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menjelaskan kronologi perstiwa di angkringan area Jr Black Cafee & Resto Jalan Ahmad Yani No. Km 63, RT 03/RW 01, Desa Karangmulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kejadian nahas itu terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Agung menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban sedang ikut berjualan di angkringan. Tiba-tiba pelaku datang dengan berjalan kaki dan mendatangi korban.
"Antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok. Tidak lama kemudian pelaku memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu," ujar Agung.
Beberapa saat setelah pemukulan, para saksi melihat kobaran api melalap tubuh korban. Dalam kondisi tubuh terbakar, korban berlari sambil berteriak meminta pertolongan warga.
"Para saksi melihat kobaran api yang telah membakar tubuh korban. Dalam kondisi terbakar, korban berlari sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar," ucap Agung.
Warga yang panik langsung berusaha memadamkan api yang membakar tubuh korban. Sementara pelaku melarikan diri dari lokasi dan sempat dikejar warga, namun pelaku berhasil kabur.
"Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah minimarket. Warga yang mengetahui kejadian sempat melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor menuju arah Simpang Dinamika," tambahnya.
Dugaan sementara, aksi nekat tersebut dipicu persoalan pribadi dan rasa cemburu. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Diduga motif asmara. Antara korban dan pelaku sempat terjadi pertengkaran," ujarnya.
Polisi kini masih memburu pelaku yang identitasnya telah dikantongi. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik kasus tersebut.
