Dugaan pembuatan konten deepfake vulgar oleh RY, mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) viral di media sosial. Kini salah satu korban, S, mengungkap siapa saja para korban aksi cabul RY.
Kepada detikKalimantan, S mengungkap bahwa korbannya rata-rata adalah teman dari RY, termasuk teman SMA di Singkawang dan teman kuliah di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2025.
"Ditemukan foto-foto kami hampir semua teman semasa SMA yang sudah diedit pakai AI. Teman sekampusnya juga. Bahkan ada dari kampus lainnya," ungkap salah satu korban berinisial S, Kamis (14/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut S, foto-foto para korban diubah menjadi konten vulgar menggunakan teknologi AI. Bahkan ada editan yang memperlihatkan pacar RY seolah sedang berciuman dengan pria lain.
"Banyak foto teman-teman saya yang diedit vulgar. Bahkan ada foto pacarnya sendiri dibuat seolah ciuman dengan cowok lain," ujarnya.
Teman-teman RY juga disebut langsung marah besar saat mengetahui kasus ini. Salah satunya karena pacar dari teman RY turut dijadikan target objek tidak senonoh oleh pelaku.
"Pacarnya (teman RY) yang notabene nggak pernah interaksi sama pelaku juga ada di HP dia dan jadi korban," ujarnya.
S menyebut sebagian besar foto korban diduga diambil dari Google Drive bersama untuk penyimpanan foto ijazah dan screenshot media sosial pribadi korban. S dan RY memang sudah berteman semasa SMA di Singkawang. S kini memilih kuliah di luar Kalbar.
"Kami dulu foto ijazah lalu dimasukkan ke Google Drive bersama. Foto-foto itu yang diambil," katanya.
Tak hanya itu, beberapa korban juga menemukan foto pribadi yang tidak pernah diunggah ke media sosial maupun disimpan di Google Drive.
"Ada foto saya yang bahkan nggak pernah saya post sama sekali. Sampai sekarang saya bingung dia dapat dari mana," ungkapnya.
Daftar panjang korban ini pertama kali terbongkar saat RY mengikuti praktikum mata kuliah Sistematika Mikroba bersama teman-teman sekelasnya pekan lalu. Saat itu, teman RY meminjam ponselnya untuk keperluan dokumentasi praktikum.
"Waktu itu teman sekelasnya lagi praktikum sistematika mikroba. Mereka minjam HP dia buat dokumentasi," ujar S.
Setelah selesai memotret, teman RY disebut membuka galeri untuk mengecek hasil dokumentasi praktikum. Namun, mereka justru menemukan banyak foto perempuan yang dikenal tersimpan di dalam ponsel tersebut.
"Pas buka galeri, temannya heran kok banyak muka orang yang dia kenal. Pas dicek ternyata banyak sekali foto-foto tidak senonoh yang sudah diedit pelaku," katanya.
Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
