Tepis Kasus Andrie Yunus Operasi Intelijen, Eks Kabais: Itu Kenakalan

Nasional

Tepis Kasus Andrie Yunus Operasi Intelijen, Eks Kabais: Itu Kenakalan

Tim detikcom - detikKalimantan
Kamis, 07 Mei 2026 19:01 WIB
Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (7/5/2026). Persidangan kali ini menjadi sorotan setelah penasihat hukum terdakwa menghadirkan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, sebagai saksi ahli.
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, sebagai saksi ahli. Foto: Mohammad Farrel
Jakarta -

Eks Kabais TNI, Soleman B Ponto Soleman, menganggap penyiraman air keras kepada aktivis HAM Andrie Yunus oleh empat terdakwa anggota TNI bukanlah operasi intelijen. Dia menilai hal tersebut sebagai kenakalan.

Soleman Ponto menyampaikan hal itu saat menjadi saksi ahli hukum militer yang dihadirkan oleh penasihat hukum terdakwa di Pengadilan Militer II-08, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026). Penasihat hukum terdakwa mulanya bertanya apakah aksi yang dilakukan anggota TNI itu termasuk operasi intelijen.

"Menurut ahli apa yang dilakukan oleh terdakwa, apakah itu masuk kategori operasi intelijen atau itu bukan operasi intelijen? Yang selama ini yang sudah saksi ketahui dan lihat," ujar penasihat hukum dalam sidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ponto menyebut tindakan pelaku tak masuk operasi intelijen. Ia menilai hal tersebut sebagai kenakalan.

"Jadi kalau dilihat ini, itu sama sekali tidak masuk operasi intelijen. Kalau saya sebagai Kabais saat itu, atau sekarang misalkan saya atasannya, melihat itu kenakalan. Kita akan melihat itu kenakalan," kata Ponto.

"Itulah kenakalan orang-orang yang terpilih, terdidik, terlatih. Ketika dia menemukan sesuatu pemicu, nah kita sambung tadi apa yang disampaikan ahli II, kita tidak tahu di dalam hatinya ini ada apa yang sedang bergejolak. Tetapi ketika menemukan pemicu, maka muncullah ide-ide kenakalan seperti ini," tambahnya.

Ia menyebut operasi intelijen tak akan meninggalkan jejak. Ponto mengatakan, jika termasuk operasi intelijen, kasus penyerangan air keras ini tak akan muncul di publik.

"Saya waktu itu tidak tahu kalau ada hubungan dengan Andrie, sama sekali tidak tahu. Tapi begitu lihat, wah ini anak-anak ini kenapa jadi nakal begini. Itu satu. Nah terus kedua, kalau kita lihat lagi dalam perjalanan selama ini yang dilihat selalu ingin mengkaitkan bahwa ini pasti ada operasi intelijen. Tidak mungkin," ujar Ponto.

"Dan saya jelaskan di sidang ini. Kalau operasi intelijen itu betul-betul seperti saya sampaikan tadi dijalankan, makanya Andrie itu menguap kalau tidak menyublim. Itu," tambahnya.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads