Rio Mabuk, Bawa Sajam Ancam Pengguna Jalan

Round-up

Rio Mabuk, Bawa Sajam Ancam Pengguna Jalan

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Senin, 16 Feb 2026 08:02 WIB
Polisi menangkap seorang pria yang diduga membawa senjata tajam (sajam) secara ilegal dan mengancam pengguna jalan di Kota Pontianak. Aksi pelaku sebelumnya sempat viral di media sosial.
Polisi menangkap Rio/Foto: Istimewa (dok Humas Polresta Pontianak)
Pontianak -

Polisi menangkap Rio (36) yang diduga membawa senjata tajam (sajam) secara ilegal dan mengancam pengguna jalan di Kota Pontianak. Aksi pelaku sebelumnya sempat viral.

Rio ditangkap Tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan. Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Ryan Cahya Eka mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dan video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria membawa sajam sambil berjalan di jalan raya dan mengancam pengendara.

"Setelah video tersebut viral, tim langsung melakukan penyelidikan. Kami mendapat informasi keberadaan pelaku di Jalan Tanjungpura dan segera melakukan penangkapan," kata Ryan, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu bilah pisau sepanjang kurang lebih 20 sentimeter yang diselipkan di pinggang kanan pelaku. Pelaku diketahui warga Kabupaten Sambas.

"Yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Ia juga mengaku dalam pengaruh minuman beralkohol saat membawa senjata tajam dan mengancam pengguna jalan," jelas Ryan.

Rio dibawa ke Mapolresta Pontianak untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 307 KUHP sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait membawa, memiliki, atau menguasai senjata tajam tanpa izin yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Saat ini kami masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum. Tersangka akan dilakukan penahanan sesuai prosedur hukum," pungkasnya.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads