Sederet Penyebab Motor Pasien Kerap Hilang di RSUD Malinau, Apa Solusinya?

Round Up

Sederet Penyebab Motor Pasien Kerap Hilang di RSUD Malinau, Apa Solusinya?

Oktavian Balang - detikKalimantan
Jumat, 16 Jan 2026 09:30 WIB
Area parkir RSUD Malinau. (dok Istimewa)
Foto: Area parkir RSUD Malinau. (dok Istimewa)
Malinau -

Kejadian hilangnya motor milik keluarga pasien di RSUD Malinau, Kalimantan Utara, tengah diselidiki polisi. Pihak rumah sakit juga buka suara mengenai insiden tersebut. Menurut pihak RSUD, ada sederet celah keamanan yang membuat motor keluarga pasien itu raib digasak maling.

Yang menjadi korban adalah keluarga pasien bernama Ramadhani. Ia kehilangan motor bernopol KU 5176 saat diparkir di area samping/belakang RSUD. Kejadian ini pun dilaporkannya ke Polres Malinau.

Kronologi Pencurian Motor

Ramadhani awalnya datang ke rumah sakit pada Minggu (11/1/2026) malam, kemudian menginap di sana. Ia mengaku motor masih ada pada pukul 23.00 Wita. Namun motor sudah tidak ada saat hendak digunakan untuk belanja pada Senin (12/1/20260) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pagi sekitar jam delapan saya mau pergi belanja, ternyata motor sudah tidak ada. Saya sudah cari keliling area parkir, tapi tidak ketemu," cerita Ramadhani kepada detikKalimantan.

Ia sudah mencoba menanyakan keberadaan motor ke petugas keamanan, berharap motor hanya dipindah ke lokasi lain oleh petugas yang berjaga pada shift malam. Namun mereka mengaku tidak tahu. CCTV juga tidak membantu karena jumlahnya terbatas dan tidak menjangkau lokasi motor Ramadhani terparkir.

Bukan Pertama Kali Terjadi

Pencurian ini bukan pertama kalinya terjadi di lokasi tersebut. KBO Satreskrim Polres Malinau Iptu Welly mengatakan sudah ada beberapa kasus kehilangan motor di area RSUD Malinau.

"Ini sudah kejadian yang ketiga kali. Modusnya sama, hanya berbeda lokasi parkir. Kalau kejadian sebelumnya di depan, yang terbaru ini terjadi di jalan samping atau area parkir samping," beber Welly dihubungi detikKalimantan, Rabu (14/1/2026) malam.

Polisi menyoroti kondisi area parkir di samping RSUD yang dinilai rawan. Selain kondisi penerangan yang minim, lokasi tersebut luput dari pantauan petugas keamanan karena jaraknya yang cukup jauh dari pos penjagaan.

"Kami mengharapkan kepada pihak rumah sakit agar bisa membantu memasang CCTV di daerah parkir. Di sana pengamanannya tidak ada, kondisi gelap, dan pos sekuriti letaknya jauh di depan, sehingga tidak terpantau," tegas Welly.

CCTV Rusak Sejak 2023

Soal CCTV yang disorot korban maupun polisi, manajemen RSUD Malinau akhirnya buka suara. Mereka mengakui bahwa seluruh kamera pengawas atau CCTV dalam keadaan rusak. Bahkan kerusakan sudah terjadi sejak 2023 dan belum diperbaiki.

"Saat ini CCTV rusak semua sejak tahun 2023. Usulan pengadaan CCTV baru belum disetujui di tahun 2025," jelas Direktur RSUD Malinau Anak Agung Gde Dwipa Byantara kepada detikKalimantan, Kamis (15/1/2026).

RS Prioritaskan Anggaran untuk Obat

Perbaikan CCTV belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran. Agung mengaku pihak rumah sakit juga masih memiliki tanggungan utang obat. Utang ini menjadi prioritas untuk dilunasi supaya pelayanan kesehatan tetap berjalan dan ketersediaan obat terjaga.

"Dana BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) belum bisa saya gunakan untuk itu mengingat banyaknya kewajiban melunasi utang obat dan Bahan Habis Pakai (BHP) tahun-tahun sebelumnya," lanjutnya.

Agung menargetkan beban utang ini dapat dilunasi sepenuhnya pada 2026. Setelah itu, ia berjanji akan memperbaiki dan meningkatkan fasilitas keamanan di rumah sakit.

Tenaga Sekuriti Kurang

Selain fasilitas keamanan, personel keamanan juga diakui Agung sangat terbatas. RSUD Malinau hanya memiliki 1-2 orang personel sekuriti. Mereka bertugas patroli manual memantau tempat parkir yang juga tanpa sistem tiket atau karcis.

"Kasus kecurian motor di RSUD banyak terjadi karena motor tidak terkunci stang. Kejahatan bukan hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan," ujar Agung.

"Kami telah mengajukan penambahan tenaga sekuriti ke pemerintah daerah agar sistem parkir satu pintu menggunakan portal dan karcis bisa segera diterapkan," imbuhnya.

Lokasi Parkir Tak Resmi

Meski mengakui fasilitas keamanan RS masih perlu perbaikan, Agung juga menyoroti adanya faktor kelalaian dari pemilik kendaraan. Menurutnya, biasanya motor yang hilang diparkir di bagian samping/belakang RSUD yang bukan merupakan halaman parkir resmi.

Halaman parkir resmi berada di area depan. Petugas keamanan atau sekuriti biasanya hanya berpatroli di titik parkir resmi tersebut.

"Ada beberapa keluarga pasien yang memarkir kendaraan tidak pada tempatnya. Saya sudah berulang kali mengunci pintu belakang, tapi gembok kuncinya selalu dirusak, jadi pintu tersebut selalu terbuka," ujarnya.

Ke depan, Agung berencana untuk memberlakukan larangan parkir di tempat selain parkir resmi. Parkir berbayar juga akan diterapkan untuk meningkatkan keamanan.

"Kami mohon maaf belum bisa maksimal menjaga keamanan barang pribadi pasien. Ke depan, kami akan berlakukan larangan tegas parkir di luar tempat resmi dan mengusulkan parkir berbayar agar pengelolaan lebih maksimal," ungkapnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Komplotan Curanmor di Pamekasan Dibekuk, 9 Pelaku Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads