Tembak Warga di Tambang Ilegal, 4 Oknum Brimob Diproses Propam

Regional

Tembak Warga di Tambang Ilegal, 4 Oknum Brimob Diproses Propam

Tim detikSulsel - detikKalimantan
Minggu, 11 Jan 2026 12:13 WIB
TKP penembakan oknum Brimob di tambang ilelag Bombana.
Foto: TKP penembakan oknum Brimob di tambang ilegal Bombana. (dok. istimewa)
Bombana -

Seorang warga dilaporkan terkena tembakan oleh oknum Brimob di lokasi tambang ilegal Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Keempat oknum tersebut kini diproses Propam Polda Sultra.

Dilansir detikSulsel, peristiwa terjadi di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara pada Kamis (8/1) sekitar pukul 11.00 Wita. Kasi Humas Polres Bombana Iptu Abdul Hakim mengungkapkan keempat oknum Brimob itu awalnya hendak meminta warga menghentikan aktivitas penambangan batu ilegal di lokasi.

"Menurut informasi awal, kejadian dimulai ketika sejumlah orang yang diduga sebagai personel Brimob datang ke lokasi tambang dan memberikan peringatan untuk menghentikan aktivitas," jelas Hakim dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun keempat oknum Brimob tersebut yakni Bharaka ALB, Bharatu IC, Bharatu MY, dan Bharaka RJS. Mereka bertugas di Resimen II Pasukan Pelapor Korps Brimob Polri.

Hakim melanjutkan, para oknum itu sempat terlibat cekcok dengan warga. Setelah terjadi penembakan, empat oknum itu langsung diamankan untuk pemeriksaan.

"Situasi kemudian menjadi tidak terkendali dikarenakan terjadi adu mulut antara masyarakat dengan personel Brimob. Akibatnya (cekcok dengan warga) terjadi tembakan," tuturnya.

Dalam kejadian ini, satu warga dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian kaki. Korban dirawat di Rumah Sakit Tanduale Bombana.

"Satu korban dalam insiden ini mengalami luka tembak pada punggung kaki sebelah kiri," jelasnya.

Sementara itu, Paur Subbid Penmas Bid Humas Polda Sultra Ipda Hasrun mengatakan yang menembak adalah Bharaka ALB. Sedangkan tiga orang lainnya ikut diamankan karena berada di lokasi ketika kejadian.

"Untuk terduga pelaku penembakan adalah Bharaka ALB. Sedangkan tiga anggota lainnya diamankan untuk diperiksa karena berada di lokasi saat kejadian," papar Hasrun dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Hasrun, keempat oknum polisi itu berada di lokasi karena mendapat laporan dari masyarakat soal aktivitas penambangan ilegal di kawasan PT Batu Sinabar. Diduga kawasan itu dikelola oleh segelintir orang dengan cara ilegal di dua titik.

"Di lokasi terdapat dua titik penambangan ilegal. Satu titik dikelola oleh pria berinisial R dan satu titik lainnya dikelola oleh pria berinisial B," jelasnya.

Saat itu, keempat oknum polisi itu datang untuk melakukan penertiban. Namun, mereka dicegat oleh sejumlah warga hingga insiden penembakan pun terjadi.

"Saat melakukan penertiban itu terjadi (penembakan). Korban mengalami luka tembak di kaki, dan peluru yang mengenai korban diduga berasal dari senjata milik Bharaka ALB," pungkasnya.

Baca selengkapnya di detikSulsel.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Aksi Brutal Oknum Brimob Aniaya Siswa Pakai Helm hingga Tewas di Tual"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads