Polisi telah menangkap terduga pelaku pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang jasadnya ditemukan di selokan samping STIHSA Banjarmasin. Terduga pelaku merupakan oknum polisi.
Oknum polisi bernama Muhammad Seili (20) hari ini dihadirkan dalam rilis kasus di Polresta Banjarmasin. Dia masuk ke ruangan dengan tangan diborgol.
Awalnya Seili mengenakan masker, namun kemudian dilepas oleh anggota polisi yang mengawal. Seili hanya tertunduk selama kegiatan. Hanya sesekali wajahnya melihat ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun kasus berawal dari penemuan jenazah bernama Zahra Dilla (20), mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM. Identitas korban terungkap usai orang tuanya mendatangi rumah sakit.
Ayah korban, Sarmani (55) membenarkan putrinya sempat pulang ke rumah di Desa Lok Tamu. Lalu kembali ke indekos pada Selasa (23/12) malam.
Ia juga menyebut sejumlah barang milik korban diduga hilang, seperti sepeda motor, telepon genggam, dan perhiasan. "Ada barang yang hilang, yakni emas 10 gram, sepeda motor, serta telepon genggamnya," kata Sarmani.
Korban dan pelaku saling mengenal. Mereka sempat jalan-jalan ke Bukit Batu untuk membicarakan persoalan pribadi antara keduanya. Mereka diduga sempat melakukan hubungan badan hingga korban mengancam pelaku akan mengadu kepada kekasih pelaku.
Karena ancaman ini, pelaku mencekik korban hingga tewas. Pelaku kemudian membawa jasad korban ke Banjarmasin. Sekitar pukul 03.00 Wita, pelaku membuang jasad korban di selokan dekat STIHSA Banjarmasin.
(bai/bai)
