Memanjatkan Doa dari Kelenteng Bersejarah di Tengah Laut Kubu Raya

Memanjatkan Doa dari Kelenteng Bersejarah di Tengah Laut Kubu Raya

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 10 Feb 2026 20:00 WIB

Kubu Raya - Kelenteng Xiao Yi Shen Tang berdiri lebih dari setengah abad di tengah perairan Kubu Raya. Kelenteng ini menjadi cagar budaya di wilayah Sungai Kakap.

Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)

Di tengah laut lepas Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), berdiri sebuah kelenteng yang tak biasa bernama Xiao Yi Shen Tang atau Kelenteng Dharma Bakti. Warga setempat lebih akrab menyebutnya Kelenteng Timbul atau Pekong Laut, karena bangunannya berdiri sendirian di tengah laut, lebih tepatnya menghadap Laut Natuna.

Letak kelenteng ini sekitar lima kilometer dari daratan. Tak ada jalan darat menuju Kelenteng Timbul. Wisatawan harus menumpang perahu klotok atau kapal wisata untuk mencapainya.

Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)

Kelenteng Xiao Yi Shen Tang (孝意η₯žε ‚) atau Klenteng Dharma Bakti dibangun pada 1969 oleh warga Tionghoa di Sungai Kakap. Kelenteng Timbul dibangun di tengah laut lepas, jauh dari daratan dan tidak ada bangunan di sekelilingnya.

Proses pembangunannya dulu dilakukan secara gotong royong. Kayu ulin dan material bangunan lainnya dikirim bergiliran menggunakan perahu. Kelenteng Xiao Yi Shen Tang dibangun di atas laut dengan dermaga di sisi utara.

Bangunan kelenteng berukuran sekitar 20 x 20 meter dan menghadap ke timur. Seluruh struktur dibuat dari kayu belian atau kayu ulin yang dikenal sangat kuat terhadap air dan cuaca ekstrem.

Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Istimewa)

Kelenteng ini terdiri dari tiga bangunan utama dengan bubungan atap melengkung khas Tiongkok. Di bagian depan, sepasang burung phoenix menghiasi atap, sementara di bagian belakang terdapat sepasang naga Tiongkok.

Naga melambangkan kekuatan dan keberuntungan, sedangkan phoenix melambangkan kelembutan dan kebajikan. Di dalam kelenteng, terdapat empat altar yang berada di setiap sudut bangunan.

Sayap kiri dilengkapi enam tempat tidur bersusun untuk tamu atau peziarah, sementara sayap kanan difungsikan sebagai dapur dan toilet. Pintu masuk dijaga patung Qin Qiong dan Yuchi Gong, sementara dewa utama yang dipuja adalah Guan Gong, simbol kesetiaan dan keadilan.

Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)

Dari dalam kelenteng bersejarah itu, para jemaah berdoa dengan khusyuk. Ditemani dengan angin laut dan suara deburan ombak yang sesekali terdengar, menambah ketenangan dalam beribadah pada Yang Maha Kuasa.

Menjelang perayaan Imlek, Pekong Tengah Laut semakin ramai tak hanya untuk beribadah, namun juga menjadi destinasi wisata religi dan budaya yang unik. Mengingat bangunan ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Kelenteng Timbul, kelenteng unik yang berada di tengah laut Kubu Raya, menjadi destinasi wisata religi. (Ocsya Ade CP)

Bagi wisatawan, berkunjung ke Pekong Laut bukan sekadar melihat bangunan langka, melainkan merasakan kisah iman, budaya, dan hubungan manusia dengan laut yang begitu kuat.

Dengan nilai sejarah dan memiliki keunikan, kelenteng ini harus terus dijaga kelestariannya serta bisa berkembang menjadi wisata religi di Kalbar.

Memanjatkan Doa dari Kelenteng Bersejarah di Tengah Laut Kubu Raya
Memanjatkan Doa dari Kelenteng Bersejarah di Tengah Laut Kubu Raya
Memanjatkan Doa dari Kelenteng Bersejarah di Tengah Laut Kubu Raya
Memanjatkan Doa dari Kelenteng Bersejarah di Tengah Laut Kubu Raya
Memanjatkan Doa dari Kelenteng Bersejarah di Tengah Laut Kubu Raya
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads