Film Ghost in the Cell yang tayang di bioskop pada April 2026 lalu sukses dengan penjualan 3,3 juta tiket. Kini film karya Joko Anwar ini sudah bisa dinikmati di Netflix sejak Agustus lalu.
Kesuksesan film horor ini bukan sekadar karena penyajiannya yang menawarkan adegan gore dan jump scare. Joko Anwar selaku sutradara dan penulis naskah juga memadukan komedi gelap serta kritik tajam.
Belakangan, kritik satire dalam film ini banyak dikaitkan dengan masalah lingkungan di Indonesia, seperti kebakaran hutan di Kalimantan yang terjadi beberapa waktu setelah penayangan. Kejadian ini seakan berkaitan karena hantu dalam film ini juga berasal dari hutan Kalimantan.
Buat kalian yang belum nonton, simak dulu sinopsis singkat berikut ini, lengkap dengan daftar pemain dan kru, serta beberapa fakta lain.
Sinopsis Singkat
Kisah bermula dari Dimas (Endy Arfian), seorang jurnalis investigasi yang sedang menyelidiki kasus kematian misterius para pekerja tambang nikel ilegal dan pembalakan liar di pedalaman hutan Kalimantan. Ketika Dimas mencoba mempublikasikan laporannya, sang pemimpin redaksi menolak keras demi menjaga hubungan baik dengan elit bisnis.
Penolakan ini memicu teror mematikan. Sebuah entitas gaib purba yang mengikuti Dimas dari Kalimantan membunuh sang pemimpin redaksi secara brutal. Tragisnya, Dimas justru dijadikan kambing hitam atas pembunuhan tersebut dan dijebloskan ke Lapas Kelas 1A Labuhan Angsana.
Tanpa disadari, Dimas membawa entitas pendendam itu bersamanya ke dalam sel. Hantu tersebut mulai membantai para narapidana, secara spesifik menargetkan mereka yang memancarkan aura merah. Aura ini merupakan simbol kemarahan, keputusasaan, dan kekejian moral.
Demi bertahan hidup, para narapidana dan preman yang kejam, mulai dari pembunuh hingga bos geng, terpaksa melakukan hal-hal konyol untuk menjaga aura positif. Mereka mulai berdoa bersama hingga mengikuti kelas menari di dalam penjara.
Namun, perlahan terungkap bahwa target utama hantu tersebut bukanlah para narapidana biasa, melainkan seseorang yang berada di 'Blok Politisi'. Mereka adalah politisi yang berada di sel mewah bak hotel bintang empat. Salah satunya adalah Prakasa Kitabuming, seorang politikus dan pengusaha korup yang menjadi dalang utama di balik kehancuran hutan di Kalimantan.
(bai/des)