Intip Proses Pembuatan Kerajinan Getah Nyatu Kalimantan

Intip Proses Pembuatan Kerajinan Getah Nyatu Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 24 Apr 2026 19:29 WIB
Kerajinan getah nyatu. (dok Disbudpar Gunung Mas)
Foto: Kerajinan getah nyatu. (dok Disbudpar Gunung Mas)
Palangka Raya -

Masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah punya kerajinan tangan bernama getah nyatu yang memang dibuat dari getah pohon nyatu, pohon hutan yang tumbuh di Kalimantan. Pohon nyatu memiliki getah yang unik karena teksturnya lunak dan lentur saat panas, tetapi akan mengeras setelah dingin.

Dari bahan sederhana itu, masyarakat Dayak bisa menghasilkan berbagai macam kerajinan bernilai tinggi, seperti miniatur perahu, patung, gantungan kunci, miniatur rumah adat, maupun hiasan bermotif khas Dayak. Tidak hanya indah, banyak kerajinan getah nyatu juga punya makna dan simbol adat sendiri, lho.

Dulunya kerajinan ini banyak digunakan sebagai pelengkap ritual, tetapi seiring berjalannya waktu, getah nyatu saat ini lebih banyak dijual sebagai suvenir atau cendera mata khas suku Dayak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun terlihat sederhana, proses pembuatan getah nyatu sebenarnya tidak mudah. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan ketelitian karena bahan getah harus diolah dalam kondisi panas agar tetap lentur dan mudah dibentuk. Setiap tahap pengerjaan juga masih banyak dilakukan secara manual menggunakan alat-alat sederhana.

Lalu seperti apa proses pembuatannya? Yuk, simak proses lengkap cara membuat kerajinan getah nyatu khas suku Dayak Kalimantan.

Proses Pembuatan Getah Nyatu

Proses pembuatan getah nyatu dapat dibagi menjadi enam bagian:

1. Menyiapkan Batang Pohon Nyatu

Tahap pertama dimulai dengan memilih pohon nyatu yang sudah cukup umur. Batang pohon kemudian ditebang dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Setelah itu, kulit luar batang dipisahkan agar bagian yang mengandung getah lebih mudah diolah.

Pemilihan batang sangat penting karena kualitas getah dipengaruhi oleh kondisi pohon. Semakin baik kualitas batangnya, semakin banyak getah yang bisa dihasilkan.

2. Merebus Batang Pohon

Batang pohon nyatu yang sudah dipotong kemudian direbus di dalam air panas. Proses perebusan ini biasanya dilakukan sebanyak tiga kali.

Pada perebusan pertama, pengrajin biasanya menambahkan sedikit minyak tanah untuk membantu memisahkan getah dari serat kayu. Setelah itu, batang direbus kembali menggunakan air biasa agar getah bersih dari sisa minyak dan kotoran.

Perebusan ketiga dilakukan untuk menghasilkan getah yang benar-benar bersih dan siap dibentuk. Proses ini menjadi salah satu tahap paling penting karena akan menentukan kualitas bahan kerajinan.

3. Memisahkan dan Membersihkan Getah

Setelah perebusan selesai, getah yang sudah terpisah dari batang dikumpulkan. Getah kemudian dibersihkan kembali dari sisa serat kayu supaya teksturnya lebih halus.

Pada tahap ini, getah biasanya masih berwarna putih. Agar tetap lunak, getah harus dijaga dalam kondisi hangat. Jika terlalu dingin, getah akan cepat mengeras dan sulit dibentuk.

4. Pewarnaan pada Getah

Sebelum dibentuk menjadi kerajinan, getah nyatu diberi pewarna. Pewarna ini dulu dibuat dari bahan-bahan alami seperti daun, kulit kayu, akar, dan tumbuhan hutan lainnya.

Beberapa warna yang sering digunakan antara lain merah, kuning, hijau, hitam, dan cokelat. Saat ini, sebagian pengrajin juga menggunakan pewarna sintetis untuk mempersingkat waktu dan agar warnanya lebih cerah dan tahan lama.

5. Membentuk Kerajinan

Saat getah masih panas dan lentur, pengrajin mulai membentuknya sesuai kebutuhan. Proses ini dilakukan menggunakan tangan dan alat sederhana seperti gunting, pisau kecil, papan kayu, kawat, dan sendok.

Getah ditarik, dipipihkan, dipotong, lalu dirangkai menjadi berbagai bentuk. Karena getah cepat mengeras, pengrajin harus bekerja cepat dan harus teliti.

Jika ingin membuat bentuk yang rumit, getah biasanya dipanaskan kembali supaya lunak. Setelah itu, bagian-bagian kecil akan disusun menjadi bentuk yang diinginkan.

6. Pendinginan dan Finishing

Tahap terakhir adalah membiarkan kerajinan dingin pada suhu ruang. Setelah dingin, getah akan mengeras dengan sendirinya.

Beberapa pengrajin kemudian menambahkan lapisan pelindung dan cat tambahan berwarna warni agar hasil kerajinan terlihat lebih mengilap dan tahan lama.

Kerajinan getah nyatu yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2019. (dok Arsip Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Palangka Raya)Kerajinan getah nyatu yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2019. (dok Arsip Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Palangka Raya)

Harga Getah Nyatu dan Kerajinan Jadinya

Harga getah nyatu cukup bervariasi tergantung kualitas bahan, ukuran, serta tingkat kesulitan pengolahannya. Untuk bahan baku getah nyatu mentah biasanya dijual mulai dari sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per kilogram. Jika sudah diolah menjadi getah siap bentuk atau sudah diberi warna, harganya bisa lebih mahal.

Sementara harga kerajinan getah nyatu yang sudah jadi juga sangat beragam. Produk kecil seperti gantungan kunci bisa dibeli mulai dari Rp5.000. Sedangkan miniatur atau hiasan kecil biasanya dijual mulai dari Rp20.000 hingga Rp100.000 per buah.

Untuk kerajinan yang lebih rumit seperti miniatur perahu Dayak, patung, rumah adat, atau kerajinan yang besar, harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Beberapa miniatur perahu dan patung dengan detail unik bisa dijual di atas Rp2 juta karena proses pembuatannya cukup lama dan membutuhkan keterampilan khusus.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads